Thursday 26 July 2018

PERAN BIOBOOST DALAM MEMPERBAIKI PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Penggunaan bakteri pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sudah banyak diteliti dan sudah menjadi bagian terpadu dari sistem IPAL.
Namun, akibat lingkungan yang berubah-ubah, populasi asli mikroba di IPAL dapat berkurang dan menyebabkan gangguan pada sistem, penumpukan material organik dan penurunan efisiensi secara keseluruhan.
Pada kondisi tersebut suplementasi bakteri menjadi suatu keharusan.
Secara tradisional, mikroorganisme digunakan pada tahap pengolahan sekunder untuk meniadakan bahan organik.
Mikroba dipakai di bak aerasi, RBC atau kolam (lagoon), bergantung pada sistem yang digunakan, penggunaan bakteri suplemen pada tahap ini akan membawa manfaat.
Konsentrasi mikroba yang lebih tinggi akan mampu menghilangkan bahan-bahan organik pada air buangan dengan lebih cepat, khususnya pada sistem kolam dimana diperlukan waktu berbulan-bulan untuk menguraikan limbah secara sempurna.
Mikroba juga bermanfaat pada tahap lain.
Penambahan bakteri pada tahap awal (primary treatment) dapat membantu menguraikan buangan padat di dasar maupun di permukaan air limbah, sehingga mengurangi produksi lumpur (sludge).
Penambahan bakteri pada tahap ini juga menyebabkan tahap pengolahan sekunder menjadi lebih efektif sebagai akibat pengolahan yang lebih menyeluruh di tahap awal.
Pada beberapa kasus, pengolahan lanjutan diperlukan untuk menghilangkan nutrisi yang berlebih yang dapat menyebabkan gangguan pada lingkungan.
Pada pengolahan lanjutan ini, bakteri dapat digunakan sebagai pengganti bahan kimia untuk menjaga proses pengolahan limbah sealami mungkin dan meminimalkan polusi.
Penambahan bakteri juga efektif dalam mengurangi produksi lumpur yang harus dibuang.
Sebagai produk sampingan dari pengolahan air limbah, lumpur harus disaring dalam berbagai tahap pengolahan dan harus ditreatment sebelum dibuang.
Bakteri membantu dalam proses pengolahan dan pembuangan lumpur dengan cara mendecomposing bahan organik dan mengurangi volume lumpur, sekaligus mengurangi bau lumpur.
Tak mengherankan bila banyak IPAL menggunakan bakteri, disamping manfaat berupa peningkatan kapasitas, peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya operasional.
Suplementasi bakteri juga menjaga proses pengolahan limbah sealami mungkin, yang menjadi tujuan akhir dari IPAL itu sendiri.
Didalam K-Bioboost ada empat unsur yang bekerja mengendalikan limbah antara lain :
• Nitrosomonas sp.
• Nitrobacter sp.
• Pseudomonas sp.
• Bacillus sp.
Keempat strain bakteri ini sangat efektif dalam menghilangkan bau limbah karena mampu menurunkan kandungan pencemar-pencemar dalam limbah cair terutama CPO.
"Believe to See..!"



No comments:

Post a Comment