K-Bioboost Adalah salah satu produk unggulan dari PT. K-Link Indonesia yang didalamnya terkandung bakteri cerdas atau mikroorganisme yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil 4 sub sektor yaitu PERTANIAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN DAN PERIKANAN dan bahkan PENGOLAHAN LIMBAH.
Saturday, 5 May 2018
BIOTEKNOLOGI INDUSTRI
Cuka merupakan hasil industri yang memanfaatkan jasa mikroorganisme dalam pembuatannya.
Tidak hanya cuka, banyak produk yang lain yang juga memanfaatkan mikroorganisme dalam pembuatannya.
Selain berperan dalam industri makanan, mikroorganisme juga digunakan dalam industri minuman, industri kesehatan, industri pakaian dan industri kayu.
Syarat-syarat mikroorganisme yang dipakai dalam industri adalah sebagai berikut :
Organisme yang digunakan harus menghasilkan produk yang banyak, stabil, dan tidak membahayakan kesehatan manusia.
Bahan substrat/tempat hidup mikroorganisme harus murah dan mudah untuk mendapatkannya.
Berikut ini beberapa industri atau bidang usaha yang memanfaatkan organisme dalam proses pembuatannya :
a. Industri Makanan dan Minuman
Dalam industri makanan dan minuman, mikroorganisme berperan penting untuk menghasilkan berbagai bahan seperti asam cuka dan minuman fermentasi.
Minuman hasil fermentasi biasanya mengandung alkohol.
Contohnya adalah bir, rum, anggur, wiski dan minuman beralkohol lain.
Mikroorganisme yang berperan adalah khamir (jenis jamur uniseluler, contohnya Saccharomyces cerevisiae).
Produk minuman fermentasi berbeda-beda sesuai dengan bahan mentah dan jenis khamir yang digunakan.
Contohnya rum merupakan hasil fermentasi dari jagung sedangkan anggur merupakan hasil fermentasi dari sari buah anggur.
Khamir yang digunakan pada rum dan anggur adalah sama-sama dari genus Saccharomyces.
b. Industri Farmasi dan Obat-Obatan
Dalam industri farmasi atau industri obat-obatan, mikroorganisme menghasilkan antibiotik dan hormon.
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, khususnya mikroorganisme parasit pada tubuh manusia dan hewan.
Penicillin merupakan antibiotik pertama yang dibuat dalam skala industri, dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum.
Contoh lain adalah neomisin-B dihasilkan oleh Streptomyces fradiae, streptomisin dihasilkan oleh Streptomyces griseus dan fumigilin dihasilkan oleh Aspergillus fumigatus.
Hormon juga dapat dihasilkan oleh mikroorganisme.
Contohnya hormon insulin berguna untuk menolong penderita Diabetes Melitus.
Bahan lain yang dihasilkan adalah berbagai jenis asam amino, enzim dan vitamin.
c. Produk Sumber Energi
Melalui Bioteknologi, kita dapat juga mengubah kotoran hewan, sampah, dan limbah pertanian dijadikan energi dengan bantuan mikroorganisme.
Gas bio atau Biogas adalah hasil fermentasi berbagai mikroorganisme yang banyak mengandung gas metana.
Oleh karena itu gas bio dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas dan penerangan.
Prinsip pembuatan gas bio seperti pada pembentukan gas yang terjadi pada hewan memamah biak, misalnya sapi.
Di dalam lambung sapi, serat dari rumput yang bercampur air akan diubah oleh bakteri menjadi asam organik.
Kemudian asam organik akan berubah menjadi gas metan dan karbon dioksida dengan bantuan mikroorganisme seperti Bacterioides, Clostridium butyrinum, Methanobacterium, Methanobacillus dan Eschericia coli.
d. Industri Perminyakan dan Pertambangan
Mikroorganisme digunakan dalam berbagai bidang perminyakan dan pertambangan.
Dalam bidang perminyakan berperan dalam pembentukan minyak, eksplorasi minyak dan pembersihan ceceran minyak.
Selain itu beberapa jenis bakteri dapat dimanfaatkan dalam pemisahan logam dari bijihnya.
Contohnya adalah Thiobacillus ferooxidans. Bakteri ini tumbuh dalam lingkungan asam, seperti tempat pertambangan dan mampu memisahkan tembaga-tembaga dari bijinya melalui reaksi kimia.
Strain yang lain mampu memisahkan logam besi dari bijihnya (besi sulfida).
Chlorella vulgaris juga dapat melepaskan emas dari bijihnya dan mengakumulasi emas itu di dalam selnya.
Jenis bakteri yang lain telah digunakan untuk memperoleh kembali beberapa bijih logam seperti Mangan (Mn) dan Uranium yang terdapat pada konsentrasi rendah pada bijih.
Mikroorganisme bermanfaat dalam pertambangan karena alasan-alasan berikut :
Tidak merusak lingkungan dibandingkan pengolahan dengan bahan kimia.
Lebih banyaknya mineral yang dapat menggunakan mikroorganisme dalam pengolahannya.
Mikroorganisme mampu mengumpulkan mineral dari bijih yang hanya mengandung sedikit mineral.
Bijih miskin mineral ini tidak layak diproses secara konvensional.
BioboostHebat
Semoga Bermanfaat...
CARA MEMANFAATKAN CANGKANG TELUR
1. Buat Teh Cangkang Telur
Rebus air satu galon, kemudian letakkan 10 butir cangkang telur.
Cangkang telur harus sudah dibersihkan dan dikeringkan sebelumnya.
Biarkan rendaman cangkang itu semalaman kemudian saring dan kocorkan langsung ketanah.Teh Cangkang ini solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan Kalsium dan Potassium.
Lakukan seminggu sekali.
Untuk hasil rendaman lebih kuat, bisa ditambahkan cangkangnya sampai 20 butir pergalon.
Untuk kebutuhan yang lebih sedikit, perkirakan sendiri saja takaran air dan cangkangnya.
2. Remasan Cangkang Untuk Melawan Keong
Siput, Keong dan Slug (Siput tak bercangkang) adalah hama tanaman yang sering menyantap tanaman tanaman muda.
Seringkali benih yang baru dipindahkan ketanah habis dimakan oleh mereka.
Cangkang telur yang diremas kasar adalah pertahanan yang baik untuk melawan siput.
Badan mereka yang lunak, tidak akan bisa melewati remasan kulit telur yang tajam.
Taburkan remasan kulit telur disekeliling tanaman muda agar tidak diserang siput
3. Remasan Cangkang Untuk Pengisi Pot
Ini adalah solusi penyediaan Kalsium dan Potassium untuk jangka panjang.
Remas cangkang telur dan letakkan didasar pot atau campur dengan media tanam.
Cangkang itu pelan-pelan akan hancur dan menjadi nutrisi tanaman dalam jangka panjang.
4. Bubuk Cangkang Telur
Cangkang telur dapat diblender atau ditumbuk sampai halus kemudian disimpan (dijadikan stok).
Penggunaannya :
Bisa ditaburkan disekeliling tanaman
Bisa dicampurkan dengan media tanam
Bisa juga ditaburkan dalam komposter sebagai salah satu bahan organik yang akan dikomposkan.
Kompos yang sudah matang akan kaya Kalsium berkat bubuk cangkang itu.
Dosisnya adalah kira-kira 5 cangkang/tanaman.
Pemberiannya setahun sekali.
CATATAN PENTING..!
Sebelum digunakan, telur mesti dibersihkan dari sisa sisa protein telur.
Hal ini untuk menghindari bau busuk (saya jamin, baunya sangat menjijikkan bila terlanjur busuk), juga untuk menghindari berkembangbiaknya Salmonella yang berbahaya.
Setelah dicuci, keringkan dengan cara diangin angin atau dijemur.
Jangan terlalu sering meletakkan cangkang telur kedalam tanah, karena dapat mereduksi pH tanah.
Cukup setahun sekali dalam bentuk padat dan seminggu sekali dalam bentuk cair.
Sediakan tempat khusus dirumah dan beritahu keluarga, agar membuang cangkang telur ditempat itu.
Segera cuci dan keringkan.
Simpanlah stok dalam bentuk bubuk.
Rebus air satu galon, kemudian letakkan 10 butir cangkang telur.
Cangkang telur harus sudah dibersihkan dan dikeringkan sebelumnya.
Biarkan rendaman cangkang itu semalaman kemudian saring dan kocorkan langsung ketanah.Teh Cangkang ini solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan Kalsium dan Potassium.
Lakukan seminggu sekali.
Untuk hasil rendaman lebih kuat, bisa ditambahkan cangkangnya sampai 20 butir pergalon.
Untuk kebutuhan yang lebih sedikit, perkirakan sendiri saja takaran air dan cangkangnya.
2. Remasan Cangkang Untuk Melawan Keong
Siput, Keong dan Slug (Siput tak bercangkang) adalah hama tanaman yang sering menyantap tanaman tanaman muda.
Seringkali benih yang baru dipindahkan ketanah habis dimakan oleh mereka.
Cangkang telur yang diremas kasar adalah pertahanan yang baik untuk melawan siput.
Badan mereka yang lunak, tidak akan bisa melewati remasan kulit telur yang tajam.
Taburkan remasan kulit telur disekeliling tanaman muda agar tidak diserang siput
3. Remasan Cangkang Untuk Pengisi Pot
Ini adalah solusi penyediaan Kalsium dan Potassium untuk jangka panjang.
Remas cangkang telur dan letakkan didasar pot atau campur dengan media tanam.
Cangkang itu pelan-pelan akan hancur dan menjadi nutrisi tanaman dalam jangka panjang.
4. Bubuk Cangkang Telur
Cangkang telur dapat diblender atau ditumbuk sampai halus kemudian disimpan (dijadikan stok).
Penggunaannya :
Bisa ditaburkan disekeliling tanaman
Bisa dicampurkan dengan media tanam
Bisa juga ditaburkan dalam komposter sebagai salah satu bahan organik yang akan dikomposkan.
Kompos yang sudah matang akan kaya Kalsium berkat bubuk cangkang itu.
Dosisnya adalah kira-kira 5 cangkang/tanaman.
Pemberiannya setahun sekali.
CATATAN PENTING..!
Sebelum digunakan, telur mesti dibersihkan dari sisa sisa protein telur.
Hal ini untuk menghindari bau busuk (saya jamin, baunya sangat menjijikkan bila terlanjur busuk), juga untuk menghindari berkembangbiaknya Salmonella yang berbahaya.
Setelah dicuci, keringkan dengan cara diangin angin atau dijemur.
Jangan terlalu sering meletakkan cangkang telur kedalam tanah, karena dapat mereduksi pH tanah.
Cukup setahun sekali dalam bentuk padat dan seminggu sekali dalam bentuk cair.
Sediakan tempat khusus dirumah dan beritahu keluarga, agar membuang cangkang telur ditempat itu.
Segera cuci dan keringkan.
Simpanlah stok dalam bentuk bubuk.
B W D (BAGAN WARNA DAUN)
Apa Fungsi BWD..?
Bagaimana Cara Menggunakan BWD..?
Untuk memperoleh pertumbuhan padi yang baik dan sehat, biasanya petani cenderung menggunakan pupuk N secara berlebihan tidak sesuai aturan.
Selain dapat mengakibatkan pemborosan, juga dapat menyebabkan tanaman peka terhadap infeksi penyakit serta dapat membuat tanaman padi jadi mudah rebah.
Bagan Warna Daun (BWD) / Leaf Color Chart (LCC)
Merupakan alat yang sudah banyak digunakan untuk mengetahui kecukupan N pada tanaman padi.
Berbentuk persegi panjang (6×13 cm) dengan 4 kotak skala warna, mulai dari hijau muda (skala 2) hingga hijau tua (skala 5).
Gambar alat BWD
Dengan menggunakan BWD, dapat diketahui apakah tanaman perlu segera diberi pupuk N atau tidak, dan untuk menentukan berapa takaran N yang tepat.
Pemberian pupuk N berdasarkan pengukuran warna daun dengan menggunakan BWD dapat menghemat biaya penggunaan pupuk sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.
Cara Menggunakan BWD
BWD dapat digunakan melalui dua cara, yaitu :
1. Berdasarkan kebutuhan riil tanaman
Dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7 hingga 10 hari sejak tanaman padi menginjak usia 21-28 hari setelah tanam (HST) sampai fase primordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan sampai fase 10% berbunga).
Tanaman segera diberi pupuk N begitu warna daun berada di bawah skala 4 BWD.
Dengan menggunakan cara pertama diatas, menuntut petani harus sering ke sawah untuk melakukan perbandingan warna daun padi dengan BWD.
Penggunaan BWD Berdasarkan Kebutuhan Riil Tanaman
Berikan 50-75 Kg Urea/Ha untuk pupuk dasarnya atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman padi berusia 14 HST.
Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.
Pengukuran dengan BWD dimulai ketika padi sudah berumur 21-28 HST, dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST (pada PTB dan hibrida, BWD digunakan sampai fase 10% berbunga).
Langkah yang perlu diambil adalah sebagai berikut :
Ambil 10 rumpun tanaman padi yang sehat pada hamparan yang seragam secara acak, kemudian pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.
Letakkan bagian tengah daun diatas BWD (lihat foto) dan bandingkan warnanya.
Jika warna daun berada di antara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya, misalnya 3,5 untuk warna antara 3 dan 4.
Ketika melakukan pengukuran dengan BWD, usahakan jangan menghadap sinar matahari, karena dapat mempengaruhi pengukuran warna.
Lakukan pengukuran pada waktu yang sama, oleh orang yang sama.
Jika ada lebih 5 dari 10 warna daun yang diamati berada dalam ambang batas kritis, yaitu dibawah skala 4, itu berarti tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan target hasil yang ingin dicapai.
Pada tingkat hasil yang ingin dicapai sebesar 5 Ton/Ha (GKG), takaran pupuk Urea susulan yang diperlukan adalah 50 Kg/Ha.
Selanjutnya setiap peningkatan target hasil sebesar 1 Ton/Ha, diperlukan tambahan 25 kg Urea/Ha.
Gambar Tabel 1
2. Berdasarkan waktu yang sudah ditetapkan
Biasanya berdasarkan pertumbuhan tanaman, yaitu pertumbuhan awal (0-14 HST), pembentukan anakan aktif (21-28 HST), dan premordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan pada fase 10% bebunga).
Dengan cara kedua diatas, petani hanya perlu melakukan 2-3 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD.
Penggunaan BWD Berdasarkan Waktu yang sudah ditetapkan
Berikan 50-75 kg urea/ha untuk pupuk dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST.
Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.
Pada waktu pemupukan kedua dan ketiga, bangdingkan warna daun dengan skala BWD.
Bila warna daun berada pada skala 3 atau kurang, berikan 75 Kg Urea/Ha bila target hasil yang diinginkan adalah 5 Ton/Ha GKG.
Tambahan Urea 25 Kg/Ha setiap kenaikan target hasil 1 Ton/Ha.
Bila warna daun mendekati skala 4, berikan 50 Kg Urea/Ha pada target hasil 5 Ton/Ha GKG dan tambahan Urea 25 Kg/Ha untuk setiap kenaikan target hasil 1 Ton/Ha.
Bila warna daun pada skala 4 atau mendekati 5, tanaman tidak perlu dipupuk N kalau target hasil 5-6 Ton/Ha.
Tambahan Urea 50 Kg/Ha jika target hasil diatas 6 Ton/Ha
Gambar (tabel 2)
Semoga Bermanfaat..
4 JENIS HUTAN BERDASARKAN FUNGSINYA
Hutan menurut fungsinya dibedakan menjadi berbagai macam jenis.
Jenis-jenis Hutan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi beberapa macam, sebagai berikut :
1. HUTAN PRODUKSI
Hutan Produksi merupakan jenis hutan yang digunakan untuk menghasilkan barang- barang tertentu.
Dengan kata lain Hutan Produksi ini merupakan hutan yang dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi, baik dikonsumsi masyarakat, kepentingan industri maupun ekspor.
Oleh karena itulah hutan produksi ini juga mempunyai nama lain atau biasa disebut sebagai Hutan Industri.
Hutan Produksi ini selain dimiliki oleh pemerintah, bisa juga dimiliki oleh pihak swasta yang memang membutuhkan jasa hutan tersebut untuk menghasilkan barang- barang yang akan diproduksi pihak swasta tersebut.
Secara umum Hutan Produksi ini dibedakan menjadi dua beberapa macam, yaitu :
a. Hutan Rimba, yaitu hutan yang muncul dan tumbuh secara alami.
b. Hutan Budidaya, yaitu hutan yang sengaja dikelola oleh manusia untuk kepentingan manusia.
Hutan seperti ini biasanya hanya terdiri atas satu jenis pohon saja.
Jenis Hutan Produksi
1. Hutan Produksi Tetap (HP)
Hutan Produksi yang dapat dieksploitasi dengan perlakuan cara tebang pilih atau tebang habis.
2. Hutan Produksi Terbatas (HPT)
Merupakan hutan yang dapat dieksploitasi dengan cara tebang pilih saja.
Hutan ini merupakan hutan yang dialokasikan untuk memproduksi kayu dengan intensitas yang rendah.
Hutan seperti ini pada umunya berada di wilayah pegunungan yang mempunyai lereng-lereng curam untuk mempersulit pembalakan.
3. Hutan Produksi Konversi (HPK)
Kawasan hutan yang secara ruang mencadangkan untuk digunakan sebagai sarana pengembangan transmigrasi, pemukiman dan pertanian.
Hutan Produksi ini merupakan hutan yang khas karena fungsinya yang penting bagi kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan karakteristik yang dimiliki oleh Hutan Produksi :
- Digunakan untuk memproduksi barang- barang yang bernilai ekonomi.
- Biasanya terletak di kawasan yang mempunyai batas HPH.
- Biasanya dikelola untuk menghasilkan kayu.
2. HUTAN LINDUNG
Hutan Lindung merupakan hutan yang mempunyai fungsi sebagai perlindungan, yakni :
- Menjaga keteraturan air di dalam tanah
- Menjaga air agar tidak terjadi erosi tanah menjadi penyebab tanah longsor
- Mengatur iklim yang ada di kawasan sekitar hutan tersebut.
Hutan Lindung juga merupakan hutan yang khas jika dilihat dari fungsi yang dimilikinya.
Hutan Lindung mempunyai karakteristik sebagai berikut :
- Mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, seperti mengatur tata air
- Menghindari banjir
- Mengendalikan erosi
- Mencegah intrusi air laut
- Memelihara kesuburan tanah
Hutan Lindung biasanya ditetapkan pada hutan yang berada di wilayah hulu sungai, sepanjang aliran sungai dan di tepi-tepi pantai sesuai dengan fungsi yang diharapkan.
3. HUTAN WISATA
Hutan Wisata merupakan hutan yang digunakan untuk rekreasi.
Namun disamping pemanfaatannya sebagai tempat rekreasi, Hutan Wisata ini juga ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta binatang-binatang langka agar keberadaannya pun tidak punah.
Sama dengan jenis hutan yang sebelumnya, Hutan Wisata ini pun mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut :
- Dikhususkan, dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata dan juga wisata buru
- Mempunyai keindahan alam yang khas
- Digunakan sebagai tempat perlindungan bagi binatang maupun tumbuhan-tumbuhan langka agar kebedaraannnya tidak musnah.
4. HUTAN CADANGAN
Hutan Cadangan merupakan hutan yang digunakan atau dimanfaatkan untuk pemukiman atau lahan pertanian penduduk.
Hutan Cadangan juga memiliki karakteristik khusus, antara lain sebagai berikut :
- Dimanfaatkan sebagai lahan pertanian maupun lahan pemukiman bagi penduduk.
- Kaya akan berbagai macam tanaman sumber pangan.
- Digunakan untuk melestarikan berbagai flora dan fauna agar habitatnya tidak musnah.
Itulah jenis-jenis hutan apabila dilihat dari fungsi hutan, dari masing-masing hutan kita dapat mengetahui bahwasanya hutan ini sangat besar manfaatnya dan mempunyai manfaat yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itulah keberadaan hutan ini harus kita lestarikan.
Jenis-jenis Hutan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi beberapa macam, sebagai berikut :
1. HUTAN PRODUKSI
Hutan Produksi merupakan jenis hutan yang digunakan untuk menghasilkan barang- barang tertentu.
Dengan kata lain Hutan Produksi ini merupakan hutan yang dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi, baik dikonsumsi masyarakat, kepentingan industri maupun ekspor.
Oleh karena itulah hutan produksi ini juga mempunyai nama lain atau biasa disebut sebagai Hutan Industri.
Hutan Produksi ini selain dimiliki oleh pemerintah, bisa juga dimiliki oleh pihak swasta yang memang membutuhkan jasa hutan tersebut untuk menghasilkan barang- barang yang akan diproduksi pihak swasta tersebut.
Secara umum Hutan Produksi ini dibedakan menjadi dua beberapa macam, yaitu :
a. Hutan Rimba, yaitu hutan yang muncul dan tumbuh secara alami.
b. Hutan Budidaya, yaitu hutan yang sengaja dikelola oleh manusia untuk kepentingan manusia.
Hutan seperti ini biasanya hanya terdiri atas satu jenis pohon saja.
Jenis Hutan Produksi
1. Hutan Produksi Tetap (HP)
Hutan Produksi yang dapat dieksploitasi dengan perlakuan cara tebang pilih atau tebang habis.
2. Hutan Produksi Terbatas (HPT)
Merupakan hutan yang dapat dieksploitasi dengan cara tebang pilih saja.
Hutan ini merupakan hutan yang dialokasikan untuk memproduksi kayu dengan intensitas yang rendah.
Hutan seperti ini pada umunya berada di wilayah pegunungan yang mempunyai lereng-lereng curam untuk mempersulit pembalakan.
3. Hutan Produksi Konversi (HPK)
Kawasan hutan yang secara ruang mencadangkan untuk digunakan sebagai sarana pengembangan transmigrasi, pemukiman dan pertanian.
Hutan Produksi ini merupakan hutan yang khas karena fungsinya yang penting bagi kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan karakteristik yang dimiliki oleh Hutan Produksi :
- Digunakan untuk memproduksi barang- barang yang bernilai ekonomi.
- Biasanya terletak di kawasan yang mempunyai batas HPH.
- Biasanya dikelola untuk menghasilkan kayu.
2. HUTAN LINDUNG
Hutan Lindung merupakan hutan yang mempunyai fungsi sebagai perlindungan, yakni :
- Menjaga keteraturan air di dalam tanah
- Menjaga air agar tidak terjadi erosi tanah menjadi penyebab tanah longsor
- Mengatur iklim yang ada di kawasan sekitar hutan tersebut.
Hutan Lindung juga merupakan hutan yang khas jika dilihat dari fungsi yang dimilikinya.
Hutan Lindung mempunyai karakteristik sebagai berikut :
- Mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, seperti mengatur tata air
- Menghindari banjir
- Mengendalikan erosi
- Mencegah intrusi air laut
- Memelihara kesuburan tanah
Hutan Lindung biasanya ditetapkan pada hutan yang berada di wilayah hulu sungai, sepanjang aliran sungai dan di tepi-tepi pantai sesuai dengan fungsi yang diharapkan.
3. HUTAN WISATA
Hutan Wisata merupakan hutan yang digunakan untuk rekreasi.
Namun disamping pemanfaatannya sebagai tempat rekreasi, Hutan Wisata ini juga ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta binatang-binatang langka agar keberadaannya pun tidak punah.
Sama dengan jenis hutan yang sebelumnya, Hutan Wisata ini pun mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut :
- Dikhususkan, dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata dan juga wisata buru
- Mempunyai keindahan alam yang khas
- Digunakan sebagai tempat perlindungan bagi binatang maupun tumbuhan-tumbuhan langka agar kebedaraannnya tidak musnah.
4. HUTAN CADANGAN
Hutan Cadangan merupakan hutan yang digunakan atau dimanfaatkan untuk pemukiman atau lahan pertanian penduduk.
Hutan Cadangan juga memiliki karakteristik khusus, antara lain sebagai berikut :
- Dimanfaatkan sebagai lahan pertanian maupun lahan pemukiman bagi penduduk.
- Kaya akan berbagai macam tanaman sumber pangan.
- Digunakan untuk melestarikan berbagai flora dan fauna agar habitatnya tidak musnah.
Itulah jenis-jenis hutan apabila dilihat dari fungsi hutan, dari masing-masing hutan kita dapat mengetahui bahwasanya hutan ini sangat besar manfaatnya dan mempunyai manfaat yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itulah keberadaan hutan ini harus kita lestarikan.
KONSEP PEMUPUKAN TANAMAN TAHUNAN
Konsep Pemupukan untuk tanaman tahunan terutama buah-buahan termasuk tabulampot, agar selalu berbuah tanpa mengenal musim dengan kwalitas yang baik.
#Pemupukan
•> K-Bioboost
Tahap I : 2 minggu sekali selama 3 bln
Tahap II : 1 bulan sekali selama 3 bln
Tahap III : 3 bulan sekali untuk seterusnya
1 L larutan/pokok
(Perbandingan larutan 1 L K-Bioboost + 99 L air)
•> Organik (Guano, Bokashi atau Kandang)
1-2 Kg/pokok/3 bulan
•> Anorganik (NPK)
0,5 Kg/pokok/4 bulan
•> Asam Humat
1 L larutan/pokok/4-6 bulan
(Perbandingan larutan 1 L Asam Humat + 50 L air)
Semoga Bermanfaat..
#Pemupukan
•> K-Bioboost
Tahap I : 2 minggu sekali selama 3 bln
Tahap II : 1 bulan sekali selama 3 bln
Tahap III : 3 bulan sekali untuk seterusnya
1 L larutan/pokok
(Perbandingan larutan 1 L K-Bioboost + 99 L air)
•> Organik (Guano, Bokashi atau Kandang)
1-2 Kg/pokok/3 bulan
•> Anorganik (NPK)
0,5 Kg/pokok/4 bulan
•> Asam Humat
1 L larutan/pokok/4-6 bulan
(Perbandingan larutan 1 L Asam Humat + 50 L air)
Semoga Bermanfaat..
Monday, 20 November 2017
MANFAAT RUMPUT LIAR UNTUK LINGKUNGAN DAN PERTANIAN
Manfaat Rumput Liar Untuk Lingkungan Dan Pertanian –
Kompetitor Membuat Tanaman Makin Subur
RUMPUT adalah..
1. Tumbuhan jenis ilalang yang berbatang kecil, banyak
jenisnya, batangnya beruas,
daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir dan buahnya berupa biji-bijian.
daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir dan buahnya berupa biji-bijian.
2. Tumbuh-tumbuhan kecil.
Merupakan tanaman kecil yang tumbuh dan menyebarnya cepat
tetapi ukurannya jauh lebih
pendek dari tanaman utama.
pendek dari tanaman utama.
Jenis tanaman yang satu ini ada dimana-mana bahkan datang
tak diundang di areal pertanian
terbuka yang anda kelola.
terbuka yang anda kelola.
Rumput bisa juga diumpamakan seperti hantu yang kehadirannya
tidak pernah dikehendaki.
Siapakah Petani yang menginginkan kehadiran rerumputan di
atas ladangnya..?
Tidak ada satupun yang menginginkannya, tetapi tiba-tiba
saja setelah susah-susah mengolah tanah dan menebarkan bibit kemana-mana, ada
benih-benih lain yang tumbuh diatasnya.
Petani yang cerdas akan membabat habis bahkan mencabut
sampai ke akar rerumputan yang sepertinya mengganggu itu.
Tetapi bagi mereka yang bijak, akan dibiarkan begitu saja
sembari disiangi sesekali (dipotong bagian atasnya agar tidak terlalu lebat).
Banyak orang yang sepele dengan rumput bahkan beberapa
diantaranya merasa jengkel karenanya.
Penyebarannya yang sangat luas, jenisnya yang sangat banyak
dan kemampuan bertahan hidup yang tinggi membuat tanaman ini ada dimana-mana.
Dibelahan bumi manapun anda berada selalu ada rerumputan
kecuali di derah kutub dan padang gurun.
Bahkan rumput adalah tanaman perintis yang menghancurkan
bebatuan setelah lumut.
Oleh karena itu, jangan heran jika menemukan rerumputan yang
tumbuh subur di atas batu-batu karang di tebing yang terjal dan keras.
Rerumputan jelas bukan suatu tanaman yang kebetulan ada di
bumi ini.
Melainkan keberadaannya lebih kepada karunia Ilahi Sang
Pencipta Segala Masa.
Tidak ada satupun komponen di bumi yang tidak memiliki peran
melainkan masing-masing menjalankan fungsinya menurut kodrat yang diberikan
Tuhan kepada mereka.
Tanaman yang satu ini, sekalipun ukurannya kecil tetapi
manfaatnya tajam, artinya perannya dalam dunia pertanian sangatlah penting
bahkan bukan saja dalam dunia pertanian dalam kehidupan sehari-haripun ada
hal-hal yang kesannya tidak baik tanpa kehadiran rerumputan.
# Manfaat rumput liar bagi tanaman pertanian dan lingkungan
pada umumnya
Tidak ada satupun makhluk hidup yang diciptakan Tuhan tanpa
memberi peran yang baik bagi kehidupan. Sebab di akhir penciptaan-Nya pada
zaman purba kala, Ia berfirman : “bahwa semuanya itu baik”
Oleh karena itu, kami akan menjelaskan beberapa hal yang
sangat penting dan mencolok dari peran rerumputan yang tumbuhnya liar
disekitar/disekeliling anda.
• Menahan unsur hara lebih lama
Rerumputan yang tumbuh disekitar tanaman anda bisa jadi
bermanfaat sebagai salah satu komponen yang merekatkan tanah permukaan yang
biasanya tidak dilakukan oleh tanaman.
Biasanya tanah yang terbuka (tidak berumput/tidak mengandung
tanaman sama sekali) mengandung sedikit unsur hara bahkan bila keadaan ini
dibiarkan terus-menerus, lama kelamaan akan menjadi gersang dan kering.
• Mencegah terjadinya erosi tanah
Air permukaan bisa terbentuk sewaktu-waktu, terutama saat
musim penghujan tiba.
Saat tanah-ladang anda terbuka lebar maka saat itu juga
setiap aliran air permukaan akan membawa lari setiap tanah yang ada.
Sehingga semakin lama tanah tempat anda berusaha semakin
tipis, berkurang, landai bahkan menjadi rendah posisinya dari awal.
• Sebagai kompetitor yang membuat tanaman utama memiliki
akar yang kuat
Rerumputan seperti saingan bagi tanaman utama agar lebih
gigih dalam mencari unsur hara di dalam tanah.
Perkembangan akar tanaman utama akan lebih dalam dan
menyebar kesamping untuk bersaing mencari unsur hara bersama akar rerumputan.
• Sebagai kompetitor yang membuat tanaman utama lebih subur
– rumput gambut
Petani yang bisa mengendalikan kompetisi akan meletakkan
rerumputan pada tanaman berakar tunggang (akar lurus ke dalam).
Biasanya jenis yang satu ini termasuk dalam tanaman
perkebunan keras (berumur panjang).
Rerumputan yang hidup di atas tanah biasanya berlapis dan
lama kelamaan menggunung dimana lapisan bawahnya telah membusuk.
Ini seperti lahan gambut tetapi yang diciptakan oleh rumput
liar karena bagian bawahnya telah membusuk.
Anda perlu memilih salah satu jenis yang sifatnya tumbuh
munjalar memenuhi permukaan tanah.
Bagian dalam yang telah membusuk inilah yang akan menambah
kesuburan tanah.
• Untuk menghambat tanaman lainnya (tanaman besar-berbiji)
tumbuh
Rerumputan yang ada dapat bermanfaat untuk menahan permukaan
benih yang tidak diinginkan turut tumbuh bersama di atas tanah yang sama.
Ia akan membatasi jumlah tanaman yang tersebar lewat
biji-bijian yang secara tidak sengaja terbawa oleh angin, aliran air hujan,
hewan termasuk serangga.
• Mengurai pupuk lebih dulu sehingga tidak merusak akar
tanaman utama
Setiap pupuk yang anda siramkan di atas tanah tidak akan
langsung bersentuhan dengan akar tanaman utama sebab rerumputan akan menahannya
duluan.
Ini turut menyebabkan pencampuran pupuk dengan bahan-bahan
tanah permukaan (salah satunya bermanfaat menetralkan pH) sehingga tidak sampai
merusak akar tanaman utama.
• Menjadi indikator, baik buruknya teknik pemupukan yang
dilakukan
Anda bisa menjadikan rerumputan sebagai salah satu indikator
dari teknik pemupukan yang dilakukan selama ini.
Biasanya jikalau rumput saja layu, menguning dan mati oleh
pupuk tersebut maka kemungkinan besar tanaman utama akan mengalami hal yang
sama.
Tetapi ketika pemberian pupuk tidak memadai dan terkesan
berlebihan, pastilah rerumputan yang hidup disekitar sana akan menjadi layu
hingga mengalami kematian mendadak.
• Menjaga vegetasi tanah (kandungan mikroorganisme dan
serangga juga cacing tanah)
Tanah dihuni oleh ribuan bahkan tanah yang subur dihuni oleh
jutaan bakteri.
Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam sana maka semakin
subur tanah dimaksud.
Rumput yang anda biarkan tumbuh berdampingan dengan tanaman
anda akan turut menjaga vegetasi permukaan.
Sehingga sekalipun ada tekanan, panas dan dingin,
makhluk-makhluk kecil yang ada di dalamnya tidak akan hilang (mati terbunuh).
Perlindungan semacam ini juga berlaku bagi kehidupan
serangga dan cacing yang biasanya membuat terowongan di dalam tanah.
• Mencegah dehidrasi tanah oleh penguapan sinar matahari
Tanah yang kering jelas tidak subur.
Rerumputan akan menjadi tabir surya alami bagi permukaan
tanah sehingga tidak mudah mengalami dehidrasi akibat panasnya sang mentari.
Sekalipun siang hari tiba, tidak akan terjadi penguapan yang
berlebihan karena akar rumput yang sambung-menyambung membentuk penghalang yang
berlapis.
• Anti Slip dan Becek
Sering sekali di pagi hari saat tanah masih basah sehingga
menjadi licin dan mudah terjadi slip.
Ini lebih sering terjadi saat musim penghujan dimana
komposisi tanah lebih lembab bahkan membentuk lumpur yang menyebabkan
permukaannya semakin licin.
Bila anda membiarkan rumput tumbuh diatas permukaan tanah
tanpa harus merasa ilfil dengannya, maka ia akan menjaga struktur tanah tetap
stabil sekalipun saat musim hujan tiba.
Persaingan yang bermanfaat tidak hanya terjadi dalam dunia
manusia.
Dalam dunia binatang dan tumbuhan juga terjadi persaingan
yang benar-benar menguntungkan asalkan bisa dikendalikan oleh Petani.
Rerumputan bukanlah pengganggu seperti yang disebutkan oleh
beberapa orang melainkan bermanfaat untuk membuat tanaman pertanian menjadi
lebih kuat, gigih dan produktif.
Oleh karena itu, pilihan yang tepat untuk bersimbiosis
mutualisme dengan tumbuhan yang satu ini agar tanaman utama mampu menyesuaikan
diri dengan lingkungan. Biasanya rumput yang merambat luas tidak hanya
menghasilkan tanah gambut melainkan juga melindungi tanah dari degradasi
lingkungan yang disebut sebagai erosi.
Semoga bermanfaat..
Semoga bermanfaat..
Wednesday, 18 October 2017
PUPUK GUANO (PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN KELELAWAR)
Pupuk Guano adalah jenis pupuk organik yang terdapat di
gua-gua Kelelawar yang dihasilkan dari kotoran Kelelawar dan sudah mengendap
lama di dalam Gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai.
Anda bisa membuatnya dirumah jika anda dekat dengan sarang
Kelelawar.
Kandungan alami dari pupuk ini seperti Superphosphate
biasanya digunakan untuk digunakan untuk topdressing.
Keuntungan setelah menggunakan pupuk ini seperti tanah yang
kurang unsur hara, kekurangan zat organik dapat dibuat lebih produktif dengan
tambahan pupuk ini.
Pupuk Guano mengandung Nitrogen, Fosfor dan Potassium yang
sangat bagus disamping Amonia, Asam Urat, Asam Phosphate, Asam Oksalat dan Asam
Carbonat, serta Garam Tanah.
Kotoran Kelelawar (Guano) memiliki kadar Nitrogen yang
besar, serta mengandung kadar unsur Phosphate (bahan utama penyusun pupuk di
samping Nitrogen dan Potassium) tertinggi dan kadar Kalium yang besar sekali.
Untuk Pupuk Guano ini sendiri ada beberapa jenis yaitu Pupuk
Cair dan Pupuk Padat.
Pupuk Guano Cair dibuat dengan menambahkan air dan
fermentasi, sedangkan pupuk padatnya biasanya ada yang sudah jadi yang
diperoleh di gua-gua Kelelawar dan ada juga yang buatan.
Berikut ini adalah cara pembuatannya :
1. PUPUK GUANO CAIR
Yang sering kita temukan adalah pupuk dari beberapa jenis
yang memang sering kita dapat disekitar kita.
Anda harus siapkan Pupuk Guano yang sudah jadi untuk
dijadikan Pupuk Guano Cair.
Berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat Pupuk Guano
cair.
1. Masukkan 3 sendok teh kotoran kelelawar ke dalam botol
atau alat semprotan.
2. Masukkan air sebanyak sekitar 1 gallon atau 5 liter
ditambah 1 tutup Bioboost.
3. Pupuk Guano Cair sudah siap digunakan.
Untuk pengaplikasian pupuk bisa disemprotkan pada mulut daun
(stomata).
2. PUPUK GUANO PADAT
Pupuk Guano Padat anda bisa mengambil di Gua Kelelawar,
biasanya pupuk yang sudah jadi ini berwarna hitam atau hitam kecoklatan.
Jika anda ingin membuatnya atau tidak ingin mengambilnya
langsung di Gua maka yang anda harus siapkan;
Bahan :
1. Kotoran Kelelawar 25 Kg.
2. Bioboost
3. Air
4. Terpal
Cara Pembuatan :
1. Bioboost dilarutkan ke dengan air dengan perbandingan 1
tutup botol Bioboost dilarutkan 1 liter air.
2. Siramkan larutan Bioboost ke dalam kotoran.
3. Aduk rata dengan kotoran Kelelawar.
4. Tutup dengan terpal.
5. Diamkan selama 5-7 hari.
Aplikasi/Penggunaan :
Gunakan Pupuk Guano yang sudah jadi dan berikan pada tanaman
sebagai Pupuk Kompos.
Semoga bermanfaat..
Semoga bermanfaat..
SISTEM PERSEMAIAN PADI TERAPUNG
Sistem persemaian di lahan lebak dilakukan dengan berbagai
cara, salah satunya adalah dengan sistem terapung.
Persemaian terapung dilakukan pada lahan lebak dengan air
genangan yang masih tinggi.
Persemaian sistem terapung terdiri dari dua tahapan sebelum
tanam yaitu semai di jambangan dan dilanjutkan dengan penyemaian kedua
(tanjar).
Tahapan Persemaian Sistem Terapung :
Pembuatan tempat semaian yang biasa disebut jambangan.
Bahan yang gunakan adalah Bambu, Batang Pisang, Jerami,
Sabut Kelapa dan Tanah.
Persemaian tahap pertama :
Benih ditaburkan diatas jambangan secara merata setelah
sebelumnya diperam selama 24 jam, kemudian ditutup dengan daun.
Persemaian di jambangan dilakukan selama 8-15 hari setelah
ditabur, sebelum dipindahkan pada persemaian tahap kedua yang biasa disebut
dengan tanjar.
Setelah bibit di jambangan berumur 8-15 hari bibit siap
dipindahkan ke pinggiran lahan persawahan untuk persemaian tahap kedua
(tanjar).
Persemaian tahap kedua diperlukan mengingat air dipetakan
sawah masih cukup tinggi.
Persemaian tahap kedua dilakukan sampai bibit berumur 20-25
hari setelah pemindahan dari jambangan.
Tanam dilakukan setelah bibit di Tanjaran berumur 20-25
hari.
Bibit varietas IR 64 dengan pola tanam tunggal dan
menggunakan bahan-bahan organik sebagai pengganti dari pupuk anorganik.
Hasil panen perdana menghasilkan minimal 6-7 Ton/Ha.
Keunggulan lain dari padi apung adalah para petani dapat
sekaligus memelihara ikan dengan jumlah yg relatif banyak dibandingkan dengan
sawah konvensional.
Semoga bermanfaat...
Semoga bermanfaat...
MANFAAT KOTORAN WALET UNTUK TANAMAN
Burung walet merupakan jenis unggas yang selalu dinantikan
kedatangannya untuk kemudian diambil sarangnya.
Tidak seperti kotorannya, sarang burung walet ini bernilai
sangat tinggi di pasaran karena manfaatnya yang terbukti sangat luar biasa
ampuh untuk menunjang kesehatan serta kecantikan tubuh.
Namun bukan berarti kotoran burung walet tidak memiliki
manfaat.
Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai manfaat dari
kotoran burung walet.
KANDUNGAN NUTRISI KOTORAN WALET :
- Nitrogen
- Fosfor
- Kalium
- Kalsium
- Magnesium
- Sulfur
MANFAAT KOTORAN WALET
- Sebanyak 40% dari kotoran Walet terbentuk dari material
organik yang efektif untuk memperbaiki
serta memperkaya struktur dari tanah.
serta memperkaya struktur dari tanah.
- Kotoran walet dapat berperan layaknya fungisida alami yang
sangat berkhasiat bagi pertumbuhan
tanaman karena mengandung berbagai bakteria dan mikrobiotik flora di dalamnya.
tanaman karena mengandung berbagai bakteria dan mikrobiotik flora di dalamnya.
- Kandungan nutrisinya terbukti sangat cocok untuk dijadikan
pupuk bagi berbagai tanaman.
- Kotoran Walet dapat mengontrol jumlah nematoda yang pada
umumnya memberi efek negatif pada
tanaman di dalam tanah.
tanaman di dalam tanah.
- Kotoran walet sering digunakan sebagai aktifator pada
pembuatan pupuk organik atau kompos
yang lebih aman daripada pupuk kimia.
yang lebih aman daripada pupuk kimia.
- Kotoran Walet yang dijadikan pupuk sangat ampuh dalam membantu
tanaman agar dapat menyerap
unsur nutrisi yang baik bagi pertumbuhannya karena memiliki daya kapasitas tukar kation yang
cukup tinggi.
unsur nutrisi yang baik bagi pertumbuhannya karena memiliki daya kapasitas tukar kation yang
cukup tinggi.
- Tanaman yang ditanam menggunakan pupuk kotoran Walet pada
umumnya tumbuh dengan batang
yang lebih kuat dan pembentukan daun baru menjadi lebih optimal.
yang lebih kuat dan pembentukan daun baru menjadi lebih optimal.
Kotoran Walet ini sangat kaya akan unsur makro mineral
seperti Fosfor dan juga Nitrogen.
Meskipun mengandung unsur Mercury atau logam yang dikenal
berbahaya bagi makhluk hidup, namun kadarnya terbilang sangat rendah sehingga
tidak akan memberikan dampak negatif bagi tanaman.
Kotoran Walet yang dijadikan pupuk dapat digunakan pada
semua jenis tanaman baik tanaman untuk perkebunan atau tanaman hias di dalam
pot.
Karena kotoran Walet tergolong pada kategori organik maka
tidak akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan atau bisa dibilang sangat
ramah lingkungan.
Kotoran Walet dapat dijadikan sebagai pupuk kompos, baik
yang berbentuk padat maupun cair, sehingga dapat membantu petani dengan lebih
mudah dalam pengaplikasiannya.
Selain dijadikan pupuk, rupanya kotoran Walet juga umum
digunakan sebagai parfum untuk memancing kedatangan burung Walet.
Demikianlah manfaat dari kotoran Walet yang condong
digunakan sebagai pupuk organik atau kompos. Meski begitu perlu diperhatikan
bahwa penggunaan langsung kotoran Walet sebagai pupuk tidaklah dianjurkan
karena dapat memberi efek yang kurang baik pada tanaman.
CARA MEMBUAT PUPUK WALET SEDERHANA
Bahan :
- Siapkan wadah untuk tempat penampungan
- Siapkan kotoran Walet
- Siapkan sampah organik seperti sayur/buah
- Siapkan tanah kering
- Bioboost
Cara Membuat :
- Campur semua bahan ke dalam wadah sebanyak 25 Kg dan disemprotkan Bioboost (1 tutup ditambah 5 liter air
- aduk hingga semua bahan benar-benar tercampur dengan rata.
- Tutup wadah tersebut dan diamkan selama kurang lebih satu minggu.
- Setelah satu minggu buka penutup wadah dan Pupuk Walet pun siap untuk digunakan.
Semoga bermanfaat..
Subscribe to:
Posts (Atom)


