Wednesday, 27 June 2018

PERTANIAN ORGANIK



Pertanian Organik adalah Sistem pertanian tanpa menggunakan bahan kimia sintetis baik untuk pertumbuhan maupun pengendalian hama, jadi dalam Pertanian Organik lebih mengandalkan bahan alami berupa kompos, pupuk hijau, cara pengolahan tanah, bahan mineral dari alam tanpa melalui proses alami.
Hampir semua tanaman dapat ditanam secara organik seperti buah dan sayuran.
Misalnya : Kubis, Selada, Brokoli, Padi, Tomat, Lombok dan lain-lainnya.
Begitu juga dengan tanaman perkebunan
Misalnya : Apel, Jeruk, Kopi, Teh dan lain-lainnya.

Pertanian Organik
Dalam prinsip Pertanian Organik kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.

Pertanian Organik juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan dan juga harus memperhatikan keadilan baik antar manusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan untuk itu perlu dilakukan pengelolaan yang baik dan bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.

Pertanian Tradisional yang telah dilakukan sejak ribuan tahun di seluruh dunia, merupakan pertanian organik yang memanfaatkan ekologi hutan (kebun hutan, forest gardening) merupakan salah satu sistem produksi pangan pada masa prasejarah yang dipercayai merupakan pemanfaatan ekosistem pertanian yang pertama.

Sejak abad ke-18 pembuatan pupuk sintetis berupa superfosfat telah dilakukan, kemudian pupuk berbahan amonia diproduksi secara massal sejak kimiawan Jerman Fritz Haber dan Carl Bosch menemukan proses Haber pada masa perang dunia pertama, dengan adanya perkembangan pestisida kimia dan bahan pertanian kimia lainnya memicu penggunaan secara besar-besaran diseluruh dunia.

Akibat penggunaan bahan kimiawi secara besar-besaran dalam pertanian ternyata memberi akibat yang sangat merugikan baik untuk kesehatan manusia, pencemaran lingkungan maupun penurunan kesuburan tanah, pemadatan tanah, erosi dan penyebaran hama.

Pada tahun 1940 Sir Albert Howard, seorang ahli botani dari Inggris menerbitkan sebuah buku berjudul “AN AGRICULTURAL TESTAMENT”, yang menggagas Pertanian Organik secara lebih sistemastis, telah menginspirasi gerakan pertanian organik di dunia.
Atas alasan itu, dia disebut-sebut sebagai Bapak Pertanian Organik.

Menyadari dampak negatif untuk kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan oleh pemakaian pestisida, pupuk dan obat-obat kimia dalam pertanian, pemerintah Indonesia mencanangkan gerakan revolusi hijau sekitar tahun 1970, akhirnya Pertanian Organik semakin populer di Indonesia sejak sekitar tahun 1980 sampai sekarang.

Kaidah-Kaidah Pertanian Organik :

• Bibit harus berasal dari tanaman alami, bukan hasil rekayasa genetik.

• Pengolahan tanah tidak memakai traktor sepenuhnya supaya tidak terjadi pemadatan tanah dan kematian organisme, pengolahan tanah hanya bergantung dekomposisi bahan organik tanah dengan pupuk hijau, kompos dan proses biologis oleh mikroorganisme.

• Tidak memakai pupuk dan pestisida kimiawi.

• Persemaian bibit sampai penanaman bibit tidak memakai Pestisida.

• Penanaman berbagai jenis tanaman dengan kombinasi yang baik untuk menghindari penumpukan hama dan meminimalkan gulma.

• Pengendalian gulma bisa dengan legum, pemberian mulsa dan hewan digembalakan untuk memakan gulma.

• Pengairan memakai air yang belum tercemar bekas/sisa pestisida dan pupuk kimiawi.

• Pemupukan dengan kompos, pupuk kandang dan mineral hasil tambang tanpa proses melalui kimiawi.

• Hasil panen tanaman organik lebih mahal karena lebih bersih dan sehat.

Kesimpulan Pertanian Organik :

Pertanian Organik hanya menggunakan pestisida dan pupuk alami.

Metode Pertanian Organik mencakup rotasi tanaman, pupuk hijau/kompos, pupuk kandang, mineral tambang alami pengendalian hama biologis dan pengolahan tanah secara mekanis.

Pertanian Organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian, seperti :

• Pemanfaatan legum untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah.

• Memanfaatkan predator untuk menanggulangi hama, rotasi tanaman untuk mengembalikan kondisi tanah dan mencegah penumpukan hama.

• Penggunaan mulsa untuk mengendalikan hama-penyakit dan pemanfaatan bahan alami, termasuk mineral bahan tambang yang tidak diproses atau diproses secara minimal sebagai pupuk, pestisida dan pengkondisian tanah.

Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika, banyak jenis tanaman dalam satu lokasi lebih menguntungkan dan lebih sering diterapkan di pertanian organik.

Penanaman berbagai jenis sayuran mendukung berbagai jenis serangga yang bersifat menguntungkan, mikroorganisme tanah dan faktor lainnya yang menambah kesehatan lahan pertanian.

Keanekaragaman tanaman pertanian membantu lingkungan untuk mempertahankan suatu spesies yang dekat dengan lahan pertanian agar tidak punah.


Semoga bermanfaat...


MANFAAT ASAM HUMAT PADA PERIKANAN


HUMIC ACID (Asam Humus/Humat) adalah komponen utama Humus Asam Humat merupakan hasil akhir proses dekomposisi bahan organik yang mempunyai berat molekul tinggi (22.000 – 230.000), berwarna hitam kecoklatan, relatif tahan terhadap degradasi serta mengandung muatan negatif yang dapat dipengaruhi pH.

Humic Acid mempunyai muatan negatif dan gugus fungsionalnya (karboksil dan hidroksil) yang menyebabkan terikatnya kation-kation logam seperti Fe, membentuk senyawa khelat atau komplek organo logam, sehingga aktifitas logam didalam tanah dapat berkurang.

Fungsi dan Manfaat HUMIC ACID pada perikanan :

1. Memperbaiki kualitas air tambak (menetralkan pH)

2. Mempercepat persiapan air tambak

3. Menekan tingkat kematian ikan/udang.

4. Mempercepat proses penyembuhan luka pada ikan/udang

5. Meningkatkan nafsu makan ikan/udang

6. Menjadikan gerakan ikan/udang gresif (lincah)

7. Menekan pertumbuhan lumut

8. Mempercepat terbentuknya klekap (pakan alami) pada tambak

9. Menghilangkan bau pada kolam ikan yang disebabkan oleh kotoran ikan dan sisa pakan

10. Mempercepat masa/jangka waktu panen

11. Menghilangkan racun dalam tambak. 




Semoga bermanfaat...

PENYEBAB RONTOK BUNGA/BAKAL BUAH



1. Rontok Bunga/Bakal Buah karena Faktor Fisik

Pada saat musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi seperti saat ini bisa menjadi penyebab utama rontoknya bunga tanaman buah anda.
Dalam kondisi basah, benangsari lengket satu sama lain karena terikat oleh air, sehingga tidak bisa bertemu dan membuahi kepala putik.
Sebaliknya di musim kemarau, suhu panas yang ekstrim disertai dengan pengaruh kelembaban yang rendah di siang hari, juga dapat menjadi faktor penyebab rontoknya bunga/bakal buah.

#Solusi
Gunakan plastik penutup pada kuntum bunga.

2. Rontok Bunga/Bakal Buah karena Faktor Fisiologis Kimiawi
Kami yakin anda sudah paham pengetahuan dasar tentang nutrisi/hara primer yang dibutuhkan tanaman beserta fungsinya.
Pada saat tanaman memasuki fase generatif (berbunga dan berbuah) unsur hara yang banyak diperlukan adalah P dan K.
Kandungan nutrisi, khususnya hara Phosphate (P) dan Kalium (Potassium = K) yang tak mencukupi dalam tanah atau media tanam tabulampot bisa menjadi faktor penyebab utama kerontokan bunga dan bakal buah atau pentil buah yang sedang mengalami proses pembesaran.

Kerontokan bunga dan bakal buah ini akan semakin parah jika pasokan air dari dalam tanah ke tanaman juga terbatas.

#Solusi
Aplikasikan Pupuk Kalium, baik dalam bentuk tunggal (Kalium Chloride, KCl) maupun dalam bentuk majemuk (Kalium nitrate, KNO3).
Jaga asupan air.

3. Rontok Bunga karena Faktor Biologis
Pasca persarian bunga (bertemunya benangsari dan putik) seharusnya diikuti oleh pembentukan bakal buah yang akan berkembang menjadi buah sempurna.
Namun sering terjadi bakal buah rontok karena terserang beberapa jenis hama maupun penyakit buah.
Hama-hama ini umumnya menyerang pada saat pembentukan kelopak bunga hingga pembentukan bakal buah sesudah fase persarian bunga.

Jenis hama seperti ulat akan memakan bakal buah yang baru terbentuk, sedangkan hama penggerek menghisap cairan sel bakal buah yang baru terbentuk.
Sedangkan untuk hama  serta beragam jenis kutu penghisap cairan sel yang mengeluarkan sejenis madu yang disukai oleh semut.

#Solusi
Gunakan Pestisida dan Fungisida Nabati atau kimia serta umpan serangga.

4. Rontok Bunga karena Faktor lain
• Penyebab Rontok Bunga
Pemasakan benangsari dan putik yang tidak bersamaan.
contoh pada tanaman Jagung, Seledri dan Bawang Bombay.

#Solusi
Berikan beberapa senyawa kimia, seperti gibberelic acid (GA3).

#Catatan
Dalam K-Bioboost sudah mengandung Gibberelic Acid.

• Penyebab Rontok Bunga
Ketiadaan serangga penyerbuk sehingga benang sari bunga tidak bisa menyerbuki kepala putik, tidak adanya angin sebagai media penyerbukan.

Contoh pada tanaman Vanili, beberapa varietas Salak, serta varietas Buah Naga.

#Solusi
Lakukan penyerbukan buatan dengan bantuan tenaga manusia.


Tips Khusus Mengatasi Bunga/Bakal Buah Yang Mudah Rontok

Beberapa penyebab umum rontoknya bunga jambu air, kelengkeng, mangga dan tanaman buah lainnya di antaranya karena pada tanaman buah yang berbiji pada kulit bijinya diproduksi sejenis hormon yang bertanggung jawab terhadap keselamatan buah.
Produksi hormon itu akan berkurang jika tanaman buah lagi galau, kurang sehat, kurang pupuk/hara, kekurangan air maupun gangguan lainnya.

Jika produksi hormon berkurang maka bunga/ buah yang sudah terbentuk akan mudah rontok (mudah keguguran).
Karena tumbuhnya kalus pada bagian ujung tangkai buah yang menempel pada cabang/ranting tanaman.
Kalus adalah kulit baru yg memisahkan tangkai buah dengan cabang/ranting tempat ia menempel.

Untuk mengatasi Rontok Bunga, anda terapkan cara-cara berikut ini :

- Usahakan agar tanah selalu lembab (Lembab bukan becek atau tergenang).

- Memberikan pupuk yang diperlukan sesuai fase tanaman (fase berbunga/berbuah).

- Berikan hormon buatan jika dirasa masih perlu.




Semoga bermanfaat...

METODE BLEEDING BUAT IKAN PATIN DAN LELE JADI LEBIH GURIH



Proses Bleeding Ikan Patin

Ikan Patin digolongkan pada kelompok catfish, kelompok ikan yang berkumis seperti lele atau baung.
Ikan Patin termasuk komoditas ikan air tawar yang di Indonesia perkembangannya sangat pesat.
Ada 3 jenis Ikan Patin di Indonesia, namun yang dibudidayakan adalah Patin Siam (Pangasius hiphotalamus) karena species ini mempunyai kemampuan mentolerir kondisi perairan yang jelek dan dapat hidup pada salinitas 7 dengan pH 6,5 -7,5.
Serta dagingnya berwarna cerah atau putih, dan daging warna putih inilah yang sekarang dicari konsumen terutama untuk eksport.

Wilayah Sumatera adalah sebagai daerah pengembangan ikan patin yang cukup besar, terlebih memang ada jenis Ikan Patin yang berasal dari Jambi.
Sehingga Ikan Patin tidak asing lagi dan menjadi menu favorit di setiap masakan orang Sumatra. Wilayah lain di Indonesia untuk pengembanagan Ikan Patin diantaranya Kalimantan dan Jawa.

Produksi  Ikan Patin di Indonesia berkembang  cukup pesat, menurut  Statistik perikanan budidaya tahun 2008 produksi patin mencapai 52.470 Ton dan tidak tanggung-tanggung pada tahun 2016 ditarget 6 juta Ton.
Penghasil Ikan Patin terbesar dunia adalah Vietnam dengan total produksi pertahun 3 juta Ton.

Daging Ikan Patin termasuk daging ikan yang enak dimakan dan digemari lidah orang sumatera yang sudah sangat akrab dengan daging ikan patin.
Berbagai olahannya pun sudah bisa dibuat seperti Patin asap dan abon patin, kerupuk Ikan Patin, bakso ikan dan yang paling terkenal adalah pindang Ikan Patin.

Walaupun rasa daging Ikan Patin sudah terasa enak namun ada lagi cara agar bisa mengurangi amis serta pengau dan menjadikan Ikan Patin gurih dan lezat bagai diberi bumbu masak penyedap rasa yaitu dengan cara di Bleeding.

Apakah Bleeding pada Ikan Patin itu..?

Bleeding adalah istilah baru dalam perikanan yang kurang lebih diartikan sebagai cara penyembelihan Ikan Patin dengan menggunakan pisau atau gunting tanaman yang memotong urut darah sekitar tenggorokan atau di bawah overculum agar darahnya bisa keluar dan dilakukan dalam sebuah wadah yang sebaiknya wadah itu berisi air mengalir.

Prinsipnya adalah Ikan Patin yang akan diolah dalam proses kematiannya harus mengeluarkan darah, sehingga dengan darahnya keluar maka bau amis dan pengau hilang dan rasapun menjadi gurih lezat.

Adapun cara  Bleeding sangat mudah yaitu :

- Siapkan bahan atau wadah yang berisi air lebih baik jika airnya ngalir.

- Siapkan alat pemotong urat darah bisa pisau atau gunting tanaman.

- Potonglah urat atau bagian yang terletak di bawah insang (overculum).

- Setelah itu ikan yang sudah dipotong dan mengeluarkan darah ditempatkan pada wadah yang berisi air, biarkan beberapa saat sampai darahnya keluar semua.


Adapun ukuran Ikan Patin yang dapat di Bleeding bisa semua ukuran, untuk hasil yang lebih memudahkan kita untuk membleeding ikan yang di ukuran 800 ons ke atas.
Ukuran besar memudahkan dalam cara fillet dan hasilnya lebih memenuhi standard permintaan pasar.

Selain pada rasa, Bleeding ini juga berpengaruh terhadap harga.
Jika Ikan Patin tanpa Bleeding dan dijual hidup maka harganya sekitar Rp.17.000/Kg sedangkan jika sudah di Bleeding dan dalam keadaan mati harganya menjadi Rp.18.000/Kg. 


Proses Bleeding Pada Ikan Lele

Cara mematikan Lele dengan menggunakan garam tidak dianjurkan.
Hal itu karena justru mematikan Lele perlahan-lahan dan banyak lendir keluar sehingga berpengaruh terhadap rasa daging fillet.

Lele berukuran besar memiliki tenaga yang sangat kuat sehingga dipingsankan terlebih dahulu sebelum pemotongan.

Cara terbaik memingsankan Lele dengan cara "Cold Shock", yaitu menggunakan air es 4-5°C sekitar 10-20 menit sehingga Lele pingsan dan tidak bergerak lagi.
Setelah itu, Lele dipotong dibagian pembuluh darah tepat di belakang "Spina Pectoral" (tengkuk) kemudian biarkan 5-10 menit sehingga darah keluar (Bleeding).




Semoga bermanfaat...

PENYAKIT BRUCELLOSIS (Keluron Menular)




Brucellosis adalah penyakit ternak menular yang secara primer menyerang Sapi, Kambing, Babi dan sekunder berbagai jenis ternak lainnya serta manusia.
Pada Sapi penyakit ini dikenal sebagai penyakit Kluron atau penyakit Bang.
Sedangkan pada manusia menyebabkan demam yang bersifat undulans dan disebut Demam Malta.
Jasad renik penyebab รจ Micrococcus melitensis yang selanjutnya disebut pula Brucella Melitensis.
Bakteri Brucella untuk pertama kalinya ditemukan oleh Bruce (1887) pada manusia dan dikenal sebagai Micrococcus Miletensi.
Kemudian Bang dan Stribolt (1897) mengisolasi jasad renik yang serupa dari Sapi yang menderita kluron menular.
Jasad renik tersebut diberi nama Bacillus Abortus Bovis.

Bakteri Brucella bersifat gram negatif, berbentuk batang halus, mempunyai ukuran 0,2-0,5 mikron dan lebar 0,4-0,8 mikron, tidak bergerak, tidak berspora dan aerobik.
Brucella merupakan parasit intraseluler dan dapat diwarnai dengan metode Stamp atau Koster. 
Brucellosis yang menimbulkan masalah pada ternak terutama disebabkan oleh 3 spesies, yaitu :

1. Brucella Melitensis, yang menyerang pada Kambing.

2. Brucella Abortus, yang menyerang pada Sapi.

3. Brucella Suis, yang menyerang pada Babi dan Sapi.

Brucella memiliki 2 macam antigen, antigen M dan antigen A.
Brucella melitensis memiliki lebih banyak antigen M dibandingkan antigen A, sedangkan Brucella abortus dan Brucella suis sebaliknya.

Daya pengebalan akibat infeksi Brucella adalah rendah karena antibodi tidak begitu berperan.
Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh Brucellosis sangat besar, walaupun mortalitasnya kecil.

Pada ternak kerugian dapat berupa :
• Kluron, anak ternak yang dilahirkan lemah, kemudian mati, terjadi gangguan alat-alat reproduksi yang mengakibatkan kemajiran temporer atau permanen.

• Kerugian pada Sapi Perah berupa turunnya produksi air susu.       

Brucellosis merupakan penyakit beresiko sangat tinggi, oleh karena itu alat-alat yang telah tercemar Bakteri Brucella sebaiknya tak bersentuhan langsung dengan manusia.
Sebab penyakit ini dapat menular dari ternak ke manusia dan sulit diobati, sehingga Brucellosis merupakan zoonosis yang penting.

Tetapi manusia dapat mengkonsumsi daging dari ternak-ternak yang tertular sebab tidak berbahaya apabila tindakan sanitasi minimum dipatuhi dan dagingnya dimasak.
Demikian pula dengan air susu dapat pula dikonsumsi tetapi harus dimasak atau dipasteurisasi terlebih dahulu.
       

Pada Kambing, Brucellosis hanya memperlihatkan gejala yang samar-samar.
Kambing kadang-kadang mengalami keguguran dalam 4-6 minggu terakhir dari kebuntingan.

Kambing jantan dapat memperlihatkan kebengkakan pada persendian atau testes.
       

Pada Sapi, gejala penyakit Brucellosis yang dapat diamati adalah keguguran, biasanya terjadi pada kebuntingan 5-8 bulan, kadang diikuti dengan kemajiran, Cairan janin berwarna keruh pada waktu terjadi keguguran, kelenjar air susu tidak menunjukkan gejala-gejala klinik, walaupun di dalam air susu terdapat bakteri Brucella, tetapi hal ini merupakan sumber penularan terhadap manusia.
Pada ternak jantan terjadi kebengkakan pada testes dan persendian lutut.

Selain gejala utama berupa abortus dengan atau tanpa retensio secundinae (tertahannya plasenta), pada Sapi Betina dapat memperlihatkan gejala umum berupa lesu, nafsu makan menurun dan kurus.
Disamping itu terdapat pengeluaran cairan bernanah dari vagina.

Pada Sapi Perah, Brucellosis dapat menyebabkan penurunan produksi susu.
Seekor Sapi Betina setelah keguguran tersebut masih mungkin bunting kembali, tetapi tingkat kelahirannya akan rendah dan tidak teratur.
Kadang-kadang fetus yang dikandung dapat mencapai tingkatan atau bentuk yang sempurna tetapi pedet tersebut biasanya labir mati dan plasentanya tetap tertahan (tidak keluar) serta disertai keadaan metritis (peradangan uterus).
Brucellosis penyakit dapat menulari semua betina yang telah dewasa kelamin dan dapat menyebabkan abortus.

Pada Sapi Betina, Bakteri Bang terdapat pada uterus terutama pada endometrium dan pada ruang diantara kotiledon.

Pada Plasenta, Bakteri dapat ditemukan pada vili, ruang diantara vili dan membran plasenta yang memperlihatkan warna gelap atau merah tua.

Pada Fetus, Bakteri Brucella dapat ditemukan dalam paru-paru dan dalam cairan lambung.

Pada Pejantan, Bakteri Brucella dapat ditemukan dalam epydidymis, vas deferens dan dalam kelenjar vesicularis, prostata dan bulbourethralis.

Pada Infeksi Berat, Bakteri dapat berkembang dalam testes, khususnya dalam tubuli seminiferi.

Perubahan pasca mati yang terlihat adalah penebalan pada plasenta dengan bercak-bercak pada permukaan lapisan chorion, cairan janin terlihat keruh berwarna kuning coklat dan kadang-kadang bercampur nanah.

Pada ternak jantan ditemukan proses pernanahan pada testikelnya yang dapat diikuti dengan nekrose.
       

Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada vaksinasi dan tindakan sanitasi dan tata laksana.
Tindakan sanitasi yang bisa dilakukan yaitu :

1. Sisa-sisa abortusan yang bersifat infeksius dihapus-hamakan.

2. Fetus dan plasenta harus dibakar dan vagina apabila mengeluarkan cairan harus diirigasi selama 1 minggu.

3. Bahan-bahan yang biasa dipakai didesinfeksi dengan desinfektan, yaitu : phenol, kresol, amonium kwarterner, biocid dan lisol.

4. Hindarkan perkawinan antara pejantan dengan betina yang mengalami kluron.
Apabila seekor ternak pejantan mengawini ternak betina tersebut, maka penis dan preputium dicuci dengan cairan pencuci hama.

5. Anak-anak ternak yang lahir dari induk yang menderita Brucellosis sebaiknya diberi susu dari ternak lain yang bebas Brucellosis.

6. Kandang-kandang ternak penderita dan peralatannya harus dicuci dan dihapus-hamakan serta ternak pengganti jangan segera dimasukkan.

#Pengobatan
Belum ada pengobatan yang efektif terhadap Brucellosis.





Semoga bermanfaat..

Thursday, 14 June 2018

PENYEBAB TANAH MASAM

Penyebab tanah ber-pH rendah dan bereaksi masam adalah kurang tersedianya unsur Kalsium (CaO) dan unsur Magnesium (MgO).
Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut ;

a. Dekomposisi Bahan Organik
Tanah gambut selalu ber-pH rendah dan bereaksi masam, hal ini karena tanah gambut mengandung bahan organik sangat tinggi.
Sehingga aktifitas dekomposisi bahan organik juga tinggi, dimana dalam proses tersebut selalu diiringi dengan hilangnya unsur Kalsium (CaO) yang ada didalam tanah.

b. Kelebihan Unsur Al, Fe dan Cu
Unsur Aluminium (Al), Besi (Fe) dan Tembaga (Cu) dalam jumlah yang berlebih dapat mengakibatkan tanah bereaksi masam.
Di daerah-daerah yang banyak mengandung unsur-unsur tersebut selalu dijumpai tanah masam, seperti daerah pertambangan Timah, Nikel, Besi dan Tembaga.

c. Curah Hujan Yang Tinggi
Pada daerah-daerah yang curah hujannya sangat tinggi tanah selalu bereaksi masam.
Tingginya curah hujan dapat mengakibatkan terjadinya pencucian unsur hara didalam tanah sehingga secara alami tanah akan menjadi masam.

d. Drainase Yang Kurang Baik
Air yang selalu menggenang karena sistem drainase yang kurang baik dapat mengakibatkan tanah menjadi masam pada tanah rawa.

e. Pupuk Pembentuk Asam
Penggunaan pupuk pembentuk asam secara berlebihan dan terus-menerus dapat menyebabkan pH tanah menurun dan bereaksi masam.
Beberapa jenis Pupuk Nitrogen seperti ZA, Urea, ZK, Amonium Sulfat dan KCl berpengaruh terhadap menurunnya pH tanah.

SOLUSI :
- Pemupukan Anorganik harus berimbang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman
- Pengaplikasian Pupuk Organik disesuaikan dengan jenis tanamannya
- Pengaplikasian Pupuk Hayati minimal sebulan sekali
- Pengaplikasian Asam Humat sebagai pengganti Kaptan atau Dolomite, Pembenah Tanah dan juga menjaga netralitas pH tanah selama 3-6 bulan
- Drainase yang baik agar lahan tidak selalu tergenang di musim penghujan




Saturday, 5 May 2018

BIOTEKNOLOGI INDUSTRI


Cuka merupakan hasil industri yang memanfaatkan jasa mikroorganisme dalam pembuatannya.
Tidak hanya cuka, banyak produk yang lain yang juga memanfaatkan mikroorganisme dalam pembuatannya.
Selain berperan dalam industri makanan, mikroorganisme juga digunakan dalam industri minuman, industri kesehatan, industri pakaian dan industri kayu.

Syarat-syarat mikroorganisme yang dipakai dalam industri adalah sebagai berikut :

Organisme yang digunakan harus menghasilkan produk yang banyak, stabil, dan tidak membahayakan kesehatan manusia.
Bahan substrat/tempat hidup mikroorganisme harus murah dan mudah untuk mendapatkannya.

Berikut ini beberapa industri atau bidang usaha yang memanfaatkan organisme dalam proses pembuatannya :

a. Industri Makanan dan Minuman

Dalam industri makanan dan minuman, mikroorganisme berperan penting untuk menghasilkan berbagai bahan seperti asam cuka dan minuman fermentasi.
Minuman hasil fermentasi biasanya mengandung alkohol.
Contohnya adalah bir, rum, anggur, wiski dan minuman beralkohol lain.

Mikroorganisme yang berperan adalah khamir (jenis jamur uniseluler, contohnya Saccharomyces cerevisiae).
Produk minuman fermentasi berbeda-beda sesuai dengan bahan mentah dan jenis khamir yang digunakan.
Contohnya rum merupakan hasil fermentasi dari jagung sedangkan anggur merupakan hasil fermentasi dari sari buah anggur.
Khamir yang digunakan pada rum dan anggur adalah sama-sama dari genus Saccharomyces.

b. Industri Farmasi dan Obat-Obatan

Dalam industri farmasi atau industri obat-obatan, mikroorganisme menghasilkan antibiotik dan hormon.
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, khususnya mikroorganisme parasit pada tubuh manusia dan hewan.

Penicillin merupakan antibiotik pertama yang dibuat dalam skala industri, dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum.
Contoh lain adalah neomisin-B dihasilkan oleh Streptomyces fradiae, streptomisin dihasilkan oleh Streptomyces griseus dan fumigilin dihasilkan oleh Aspergillus fumigatus.

Hormon juga dapat dihasilkan oleh mikroorganisme.
Contohnya hormon insulin berguna untuk menolong penderita Diabetes Melitus.
Bahan lain yang dihasilkan adalah berbagai jenis asam amino, enzim dan vitamin.

c. Produk Sumber Energi

Melalui Bioteknologi, kita dapat juga mengubah kotoran hewan, sampah, dan limbah pertanian dijadikan energi dengan bantuan mikroorganisme.
Gas bio atau Biogas adalah hasil fermentasi berbagai mikroorganisme yang banyak mengandung gas metana.
Oleh karena itu gas bio dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas dan penerangan.

Prinsip pembuatan gas bio seperti pada pembentukan gas yang terjadi pada hewan memamah biak, misalnya sapi.
Di dalam lambung sapi, serat dari rumput yang bercampur air akan diubah oleh bakteri menjadi asam organik.
Kemudian asam organik akan berubah menjadi gas metan dan karbon dioksida dengan bantuan mikroorganisme seperti Bacterioides, Clostridium butyrinum, Methanobacterium, Methanobacillus dan Eschericia coli.

d. Industri Perminyakan dan Pertambangan

Mikroorganisme digunakan dalam berbagai bidang perminyakan dan pertambangan.
Dalam bidang perminyakan berperan dalam pembentukan minyak, eksplorasi minyak dan pembersihan ceceran minyak.

Selain itu beberapa jenis bakteri dapat dimanfaatkan dalam pemisahan logam dari bijihnya.
Contohnya adalah Thiobacillus ferooxidans. Bakteri ini tumbuh dalam lingkungan asam, seperti tempat pertambangan dan mampu memisahkan tembaga-tembaga dari bijinya melalui reaksi kimia.
Strain yang lain mampu memisahkan logam besi dari bijihnya (besi sulfida).
Chlorella vulgaris juga dapat melepaskan emas dari bijihnya dan mengakumulasi emas itu di dalam selnya.
Jenis bakteri yang lain telah digunakan untuk memperoleh kembali beberapa bijih logam seperti Mangan (Mn) dan Uranium yang terdapat pada konsentrasi rendah pada bijih.

Mikroorganisme bermanfaat dalam pertambangan karena alasan-alasan berikut :

Tidak merusak lingkungan dibandingkan pengolahan dengan bahan kimia.
Lebih banyaknya mineral yang dapat menggunakan mikroorganisme dalam pengolahannya.
Mikroorganisme mampu mengumpulkan mineral dari bijih yang hanya mengandung sedikit mineral.
Bijih miskin mineral ini tidak layak diproses secara konvensional.

BioboostHebat

Semoga Bermanfaat...

CARA MEMANFAATKAN CANGKANG TELUR

1. Buat Teh Cangkang Telur

Rebus air satu galon, kemudian letakkan 10 butir cangkang telur.
Cangkang telur harus sudah dibersihkan dan dikeringkan sebelumnya.
Biarkan rendaman cangkang itu semalaman kemudian saring dan kocorkan langsung ketanah.Teh Cangkang ini solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan Kalsium dan Potassium.
Lakukan seminggu sekali.
Untuk hasil rendaman lebih kuat, bisa ditambahkan cangkangnya sampai 20 butir pergalon.
Untuk kebutuhan yang lebih sedikit, perkirakan sendiri saja takaran air dan cangkangnya.


2.  Remasan Cangkang Untuk Melawan Keong

Siput, Keong dan Slug (Siput tak bercangkang) adalah hama tanaman yang sering menyantap tanaman tanaman muda.
Seringkali benih yang baru dipindahkan ketanah habis dimakan oleh mereka.
Cangkang telur yang diremas kasar adalah pertahanan yang baik untuk melawan siput.
Badan mereka yang lunak, tidak akan bisa melewati remasan kulit telur yang tajam.
Taburkan remasan kulit telur disekeliling tanaman muda agar tidak diserang siput


3.  Remasan Cangkang Untuk Pengisi Pot

Ini adalah solusi penyediaan Kalsium dan Potassium untuk jangka panjang.
Remas cangkang telur dan letakkan didasar pot atau campur dengan media tanam.
Cangkang itu pelan-pelan akan hancur dan menjadi nutrisi tanaman dalam jangka panjang.


4.  Bubuk Cangkang Telur

Cangkang telur dapat diblender atau ditumbuk sampai halus kemudian disimpan (dijadikan stok).

Penggunaannya :
Bisa ditaburkan disekeliling tanaman
Bisa dicampurkan dengan media tanam
Bisa juga ditaburkan dalam komposter sebagai salah satu bahan organik yang akan dikomposkan.
Kompos yang sudah matang akan kaya Kalsium berkat bubuk cangkang itu.

Dosisnya adalah kira-kira 5 cangkang/tanaman.
Pemberiannya setahun sekali.


CATATAN PENTING..!

Sebelum digunakan, telur mesti dibersihkan dari sisa sisa protein telur.
Hal ini untuk menghindari bau busuk (saya jamin, baunya sangat menjijikkan bila terlanjur busuk), juga untuk menghindari berkembangbiaknya Salmonella yang berbahaya.
Setelah dicuci, keringkan dengan cara diangin angin atau dijemur.

Jangan terlalu sering meletakkan cangkang telur kedalam tanah, karena dapat mereduksi pH tanah.
Cukup setahun sekali dalam bentuk padat dan seminggu sekali dalam bentuk cair.

Sediakan tempat khusus dirumah dan beritahu keluarga, agar membuang cangkang telur ditempat itu.
Segera cuci dan keringkan.
Simpanlah stok dalam bentuk bubuk.

B W D (BAGAN WARNA DAUN)

 Apa itu BWD..?
Apa Fungsi BWD..?
Bagaimana Cara Menggunakan BWD..?


Untuk memperoleh pertumbuhan padi yang baik dan sehat, biasanya petani cenderung menggunakan pupuk N secara berlebihan tidak sesuai aturan.
Selain dapat mengakibatkan pemborosan, juga dapat menyebabkan tanaman peka terhadap infeksi penyakit serta dapat membuat tanaman padi jadi mudah rebah.


Bagan Warna Daun (BWD) / Leaf Color Chart (LCC)
Merupakan alat yang sudah banyak digunakan untuk mengetahui kecukupan N pada tanaman padi.
Berbentuk persegi panjang (6×13 cm) dengan 4 kotak skala warna, mulai dari hijau muda (skala 2) hingga hijau tua (skala 5).

Gambar alat BWD

Dengan menggunakan BWD, dapat diketahui apakah tanaman perlu segera diberi pupuk N atau tidak, dan untuk menentukan berapa takaran N yang tepat.
Pemberian pupuk N berdasarkan pengukuran warna daun dengan menggunakan BWD dapat menghemat biaya penggunaan pupuk sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.


Cara Menggunakan BWD

BWD dapat digunakan melalui dua cara, yaitu :

1. Berdasarkan kebutuhan riil tanaman
Dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7 hingga 10 hari sejak tanaman padi menginjak usia 21-28 hari setelah tanam (HST) sampai fase primordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan sampai fase 10% berbunga).

Tanaman segera diberi pupuk N begitu warna daun berada di bawah skala 4 BWD.

Dengan menggunakan cara pertama diatas, menuntut petani harus sering ke sawah untuk melakukan perbandingan warna daun padi dengan BWD.

Penggunaan BWD Berdasarkan Kebutuhan Riil Tanaman

Berikan 50-75 Kg Urea/Ha untuk pupuk dasarnya atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman padi berusia 14 HST.
Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.
Pengukuran dengan BWD dimulai ketika padi sudah berumur 21-28 HST, dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST (pada PTB dan hibrida, BWD digunakan sampai fase 10% berbunga).

Langkah yang perlu diambil adalah sebagai berikut :

Ambil 10 rumpun tanaman padi yang sehat pada hamparan yang seragam secara acak, kemudian pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.

Letakkan bagian tengah daun diatas BWD (lihat foto) dan bandingkan warnanya.
Jika warna daun berada di antara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya, misalnya 3,5 untuk warna antara 3 dan 4.

Ketika melakukan pengukuran dengan BWD, usahakan jangan menghadap sinar matahari, karena dapat mempengaruhi pengukuran warna.
Lakukan pengukuran pada waktu yang sama, oleh orang yang sama.

Jika ada lebih 5 dari 10 warna daun yang diamati berada dalam ambang batas kritis, yaitu dibawah skala 4, itu berarti tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan target hasil yang ingin dicapai.
Pada tingkat hasil yang ingin dicapai sebesar 5 Ton/Ha (GKG), takaran pupuk Urea susulan yang diperlukan adalah 50 Kg/Ha.
Selanjutnya setiap peningkatan target hasil sebesar 1 Ton/Ha, diperlukan tambahan 25 kg Urea/Ha.

Gambar Tabel 1

2. Berdasarkan waktu yang sudah ditetapkan
Biasanya berdasarkan pertumbuhan tanaman, yaitu pertumbuhan awal (0-14 HST), pembentukan anakan aktif (21-28 HST), dan premordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan pada fase 10% bebunga).

Dengan cara kedua diatas, petani hanya perlu melakukan 2-3 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD.


Penggunaan BWD Berdasarkan Waktu yang sudah ditetapkan

Berikan 50-75 kg urea/ha untuk pupuk dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST.
Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.

Pada waktu pemupukan kedua dan ketiga, bangdingkan warna daun dengan skala BWD.

Bila warna daun berada pada skala 3 atau kurang, berikan 75 Kg Urea/Ha bila target hasil yang diinginkan adalah 5 Ton/Ha GKG.
Tambahan Urea 25 Kg/Ha setiap kenaikan target hasil 1 Ton/Ha.

Bila warna daun mendekati skala 4, berikan 50 Kg Urea/Ha pada target hasil 5 Ton/Ha GKG dan tambahan Urea 25 Kg/Ha untuk setiap kenaikan target hasil 1 Ton/Ha.

Bila warna daun pada skala 4 atau mendekati 5, tanaman tidak perlu dipupuk N kalau target hasil 5-6 Ton/Ha.
Tambahan Urea 50 Kg/Ha jika target hasil diatas 6 Ton/Ha

Gambar (tabel 2)



Semoga Bermanfaat..

4 JENIS HUTAN BERDASARKAN FUNGSINYA

Hutan menurut fungsinya dibedakan menjadi berbagai macam jenis.
Jenis-jenis Hutan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi beberapa macam, sebagai berikut :

1. HUTAN PRODUKSI

Hutan Produksi merupakan jenis hutan yang digunakan untuk menghasilkan barang- barang tertentu.
Dengan kata lain Hutan Produksi ini merupakan hutan yang dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi, baik dikonsumsi masyarakat, kepentingan industri maupun ekspor.
Oleh karena itulah hutan produksi ini juga mempunyai nama lain atau biasa disebut sebagai Hutan Industri.

Hutan Produksi ini selain dimiliki oleh pemerintah, bisa juga dimiliki oleh pihak swasta yang memang membutuhkan jasa hutan tersebut untuk menghasilkan barang- barang yang akan diproduksi pihak swasta tersebut.
Secara umum Hutan Produksi ini dibedakan menjadi dua beberapa macam, yaitu :

a. Hutan Rimba, yaitu hutan yang muncul dan tumbuh secara alami.

b. Hutan Budidaya, yaitu hutan yang sengaja dikelola oleh manusia untuk kepentingan manusia.
Hutan seperti ini biasanya hanya terdiri atas satu jenis pohon saja.

Jenis Hutan Produksi

1. Hutan Produksi Tetap (HP)
Hutan Produksi yang dapat dieksploitasi dengan perlakuan cara tebang pilih atau tebang habis.

2. Hutan Produksi Terbatas (HPT)
Merupakan hutan yang dapat dieksploitasi dengan cara tebang pilih saja.
Hutan ini merupakan hutan yang dialokasikan untuk memproduksi kayu dengan intensitas yang rendah.
Hutan seperti ini pada umunya berada di wilayah pegunungan yang mempunyai lereng-lereng curam untuk mempersulit pembalakan.

3. Hutan Produksi Konversi (HPK)
Kawasan hutan yang secara ruang mencadangkan untuk digunakan sebagai sarana pengembangan transmigrasi, pemukiman dan pertanian.

Hutan Produksi ini merupakan hutan yang khas karena fungsinya yang penting bagi kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan karakteristik yang dimiliki oleh Hutan Produksi :

- Digunakan untuk memproduksi barang- barang yang bernilai ekonomi.
- Biasanya terletak di kawasan yang mempunyai batas HPH.
- Biasanya dikelola untuk menghasilkan kayu.


2. HUTAN LINDUNG

Hutan Lindung merupakan hutan yang mempunyai fungsi sebagai perlindungan, yakni :

- Menjaga keteraturan air di dalam tanah
- Menjaga air agar tidak terjadi erosi tanah menjadi penyebab tanah longsor
- Mengatur iklim yang ada di kawasan sekitar hutan tersebut.

Hutan Lindung juga merupakan hutan yang khas jika dilihat dari fungsi yang dimilikinya.
Hutan Lindung mempunyai karakteristik sebagai berikut :

- Mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, seperti mengatur tata air
- Menghindari banjir
- Mengendalikan erosi
- Mencegah intrusi air laut
- Memelihara kesuburan tanah

Hutan Lindung biasanya ditetapkan pada hutan yang berada di wilayah hulu sungai, sepanjang aliran sungai dan di tepi-tepi pantai sesuai dengan fungsi yang diharapkan.


3. HUTAN WISATA

Hutan Wisata merupakan hutan yang digunakan untuk rekreasi.
Namun disamping pemanfaatannya sebagai tempat rekreasi, Hutan Wisata ini juga ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta binatang-binatang langka agar keberadaannya pun tidak punah.
Sama dengan jenis hutan yang sebelumnya, Hutan Wisata ini pun mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut :

- Dikhususkan, dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata dan juga wisata buru
- Mempunyai keindahan alam yang khas
- Digunakan sebagai tempat perlindungan bagi binatang maupun tumbuhan-tumbuhan langka agar kebedaraannnya tidak musnah.


4. HUTAN CADANGAN

Hutan Cadangan merupakan hutan yang digunakan atau dimanfaatkan untuk pemukiman atau lahan pertanian penduduk.
Hutan Cadangan juga memiliki karakteristik khusus, antara lain sebagai berikut :

- Dimanfaatkan sebagai lahan pertanian maupun lahan pemukiman bagi penduduk.
- Kaya akan berbagai macam tanaman sumber pangan.
- Digunakan untuk melestarikan berbagai flora dan fauna agar habitatnya tidak musnah.


Itulah jenis-jenis hutan apabila dilihat dari fungsi hutan, dari masing-masing hutan kita dapat mengetahui bahwasanya hutan ini sangat besar manfaatnya dan mempunyai manfaat yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itulah keberadaan hutan ini harus kita lestarikan.

KONSEP PEMUPUKAN TANAMAN TAHUNAN

Konsep Pemupukan untuk tanaman tahunan terutama buah-buahan termasuk tabulampot, agar selalu berbuah tanpa mengenal musim dengan kwalitas yang baik.

#Pemupukan

•> K-Bioboost
Tahap I   : 2 minggu sekali selama 3 bln
Tahap II  : 1 bulan sekali selama 3 bln
Tahap III : 3 bulan sekali untuk seterusnya
1 L larutan/pokok
(Perbandingan larutan 1 L K-Bioboost + 99 L air)

•> Organik (Guano, Bokashi atau Kandang)
1-2 Kg/pokok/3 bulan

•> Anorganik (NPK)
0,5 Kg/pokok/4 bulan

•> Asam Humat
1 L larutan/pokok/4-6 bulan
(Perbandingan larutan 1 L Asam Humat + 50 L air)


Semoga Bermanfaat..

Monday, 20 November 2017

MANFAAT RUMPUT LIAR UNTUK LINGKUNGAN DAN PERTANIAN



Manfaat Rumput Liar Untuk Lingkungan Dan Pertanian – Kompetitor Membuat Tanaman Makin Subur


RUMPUT adalah..
1. Tumbuhan jenis ilalang yang berbatang kecil, banyak jenisnya, batangnya beruas,
    daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir dan buahnya berupa biji-bijian.

2. Tumbuh-tumbuhan kecil.
     Merupakan tanaman kecil yang tumbuh dan menyebarnya cepat tetapi ukurannya jauh lebih
     pendek dari tanaman utama.
     Jenis tanaman yang satu ini ada dimana-mana bahkan datang tak diundang di areal pertanian
     terbuka yang anda kelola.
     Rumput bisa juga diumpamakan seperti hantu yang kehadirannya tidak pernah dikehendaki.

Siapakah Petani yang menginginkan kehadiran rerumputan di atas ladangnya..?
Tidak ada satupun yang menginginkannya, tetapi tiba-tiba saja setelah susah-susah mengolah tanah dan menebarkan bibit kemana-mana, ada benih-benih lain yang tumbuh diatasnya.
Petani yang cerdas akan membabat habis bahkan mencabut sampai ke akar rerumputan yang sepertinya mengganggu itu.
Tetapi bagi mereka yang bijak, akan dibiarkan begitu saja sembari disiangi sesekali (dipotong bagian atasnya agar tidak terlalu lebat).

Banyak orang yang sepele dengan rumput bahkan beberapa diantaranya merasa jengkel karenanya.
Penyebarannya yang sangat luas, jenisnya yang sangat banyak dan kemampuan bertahan hidup yang tinggi membuat tanaman ini ada dimana-mana.
Dibelahan bumi manapun anda berada selalu ada rerumputan kecuali di derah kutub dan padang gurun.
Bahkan rumput adalah tanaman perintis yang menghancurkan bebatuan setelah lumut.
Oleh karena itu, jangan heran jika menemukan rerumputan yang tumbuh subur di atas batu-batu karang di tebing yang terjal dan keras.

Rerumputan jelas bukan suatu tanaman yang kebetulan ada di bumi ini.
Melainkan keberadaannya lebih kepada karunia Ilahi Sang Pencipta Segala Masa.
Tidak ada satupun komponen di bumi yang tidak memiliki peran melainkan masing-masing menjalankan fungsinya menurut kodrat yang diberikan Tuhan kepada mereka.
Tanaman yang satu ini, sekalipun ukurannya kecil tetapi manfaatnya tajam, artinya perannya dalam dunia pertanian sangatlah penting bahkan bukan saja dalam dunia pertanian dalam kehidupan sehari-haripun ada hal-hal yang kesannya tidak baik tanpa kehadiran rerumputan.

# Manfaat rumput liar bagi tanaman pertanian dan lingkungan pada umumnya

Tidak ada satupun makhluk hidup yang diciptakan Tuhan tanpa memberi peran yang baik bagi kehidupan. Sebab di akhir penciptaan-Nya pada zaman purba kala, Ia berfirman : “bahwa semuanya itu baik”
Oleh karena itu, kami akan menjelaskan beberapa hal yang sangat penting dan mencolok dari peran rerumputan yang tumbuhnya liar disekitar/disekeliling anda.

• Menahan unsur hara lebih lama
Rerumputan yang tumbuh disekitar tanaman anda bisa jadi bermanfaat sebagai salah satu komponen yang merekatkan tanah permukaan yang biasanya tidak dilakukan oleh tanaman.
Biasanya tanah yang terbuka (tidak berumput/tidak mengandung tanaman sama sekali) mengandung sedikit unsur hara bahkan bila keadaan ini dibiarkan terus-menerus, lama kelamaan akan menjadi gersang dan kering.

• Mencegah terjadinya erosi tanah
Air permukaan bisa terbentuk sewaktu-waktu, terutama saat musim penghujan tiba.
Saat tanah-ladang anda terbuka lebar maka saat itu juga setiap aliran air permukaan akan membawa lari setiap tanah yang ada.
Sehingga semakin lama tanah tempat anda berusaha semakin tipis, berkurang, landai bahkan menjadi rendah posisinya dari awal.

• Sebagai kompetitor yang membuat tanaman utama memiliki akar yang kuat
Rerumputan seperti saingan bagi tanaman utama agar lebih gigih dalam mencari unsur hara di dalam tanah.
Perkembangan akar tanaman utama akan lebih dalam dan menyebar kesamping untuk bersaing mencari unsur hara bersama akar rerumputan.

• Sebagai kompetitor yang membuat tanaman utama lebih subur – rumput gambut
Petani yang bisa mengendalikan kompetisi akan meletakkan rerumputan pada tanaman berakar tunggang (akar lurus ke dalam).
Biasanya jenis yang satu ini termasuk dalam tanaman perkebunan keras (berumur panjang).
Rerumputan yang hidup di atas tanah biasanya berlapis dan lama kelamaan menggunung dimana lapisan bawahnya telah membusuk.
Ini seperti lahan gambut tetapi yang diciptakan oleh rumput liar karena bagian bawahnya telah membusuk.
Anda perlu memilih salah satu jenis yang sifatnya tumbuh munjalar memenuhi permukaan tanah.
Bagian dalam yang telah membusuk inilah yang akan menambah kesuburan tanah.

• Untuk menghambat tanaman lainnya (tanaman besar-berbiji) tumbuh
Rerumputan yang ada dapat bermanfaat untuk menahan permukaan benih yang tidak diinginkan turut tumbuh bersama di atas tanah yang sama.
Ia akan membatasi jumlah tanaman yang tersebar lewat biji-bijian yang secara tidak sengaja terbawa oleh angin, aliran air hujan, hewan termasuk serangga.

• Mengurai pupuk lebih dulu sehingga tidak merusak akar tanaman utama
Setiap pupuk yang anda siramkan di atas tanah tidak akan langsung bersentuhan dengan akar tanaman utama sebab rerumputan akan menahannya duluan.
Ini turut menyebabkan pencampuran pupuk dengan bahan-bahan tanah permukaan (salah satunya bermanfaat menetralkan pH) sehingga tidak sampai merusak akar tanaman utama.

• Menjadi indikator, baik buruknya teknik pemupukan yang dilakukan
Anda bisa menjadikan rerumputan sebagai salah satu indikator dari teknik pemupukan yang dilakukan selama ini.
Biasanya jikalau rumput saja layu, menguning dan mati oleh pupuk tersebut maka kemungkinan besar tanaman utama akan mengalami hal yang sama.
Tetapi ketika pemberian pupuk tidak memadai dan terkesan berlebihan, pastilah rerumputan yang hidup disekitar sana akan menjadi layu hingga mengalami kematian mendadak.

• Menjaga vegetasi tanah (kandungan mikroorganisme dan serangga juga cacing tanah)
Tanah dihuni oleh ribuan bahkan tanah yang subur dihuni oleh jutaan bakteri.
Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam sana maka semakin subur tanah dimaksud.
Rumput yang anda biarkan tumbuh berdampingan dengan tanaman anda akan turut menjaga vegetasi permukaan.
Sehingga sekalipun ada tekanan, panas dan dingin, makhluk-makhluk kecil yang ada di dalamnya tidak akan hilang (mati terbunuh).
Perlindungan semacam ini juga berlaku bagi kehidupan serangga dan cacing yang biasanya membuat terowongan di dalam tanah.

• Mencegah dehidrasi tanah oleh penguapan sinar matahari
Tanah yang kering jelas tidak subur.
Rerumputan akan menjadi tabir surya alami bagi permukaan tanah sehingga tidak mudah mengalami dehidrasi akibat panasnya sang mentari.
Sekalipun siang hari tiba, tidak akan terjadi penguapan yang berlebihan karena akar rumput yang sambung-menyambung membentuk penghalang yang berlapis.

• Anti Slip dan Becek
Sering sekali di pagi hari saat tanah masih basah sehingga menjadi licin dan mudah terjadi slip.
Ini lebih sering terjadi saat musim penghujan dimana komposisi tanah lebih lembab bahkan membentuk lumpur yang menyebabkan permukaannya semakin licin.
Bila anda membiarkan rumput tumbuh diatas permukaan tanah tanpa harus merasa ilfil dengannya, maka ia akan menjaga struktur tanah tetap stabil sekalipun saat musim hujan tiba.

Persaingan yang bermanfaat tidak hanya terjadi dalam dunia manusia.
Dalam dunia binatang dan tumbuhan juga terjadi persaingan yang benar-benar menguntungkan asalkan bisa dikendalikan oleh Petani.
Rerumputan bukanlah pengganggu seperti yang disebutkan oleh beberapa orang melainkan bermanfaat untuk membuat tanaman pertanian menjadi lebih kuat, gigih dan produktif.
Oleh karena itu, pilihan yang tepat untuk bersimbiosis mutualisme dengan tumbuhan yang satu ini agar tanaman utama mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Biasanya rumput yang merambat luas tidak hanya menghasilkan tanah gambut melainkan juga melindungi tanah dari degradasi lingkungan yang disebut sebagai erosi.


Semoga bermanfaat..

Wednesday, 18 October 2017

PUPUK GUANO (PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN KELELAWAR)





Pupuk Guano adalah jenis pupuk organik yang terdapat di gua-gua Kelelawar yang dihasilkan dari kotoran Kelelawar dan sudah mengendap lama di dalam Gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai.
Anda bisa membuatnya dirumah jika anda dekat dengan sarang Kelelawar.
Kandungan alami dari pupuk ini seperti Superphosphate biasanya digunakan untuk digunakan untuk topdressing.

     Keuntungan setelah menggunakan pupuk ini seperti tanah yang kurang unsur hara, kekurangan zat organik dapat dibuat lebih produktif dengan tambahan pupuk ini.
Pupuk Guano mengandung Nitrogen, Fosfor dan Potassium yang sangat bagus disamping Amonia, Asam Urat, Asam Phosphate, Asam Oksalat dan Asam Carbonat, serta Garam Tanah.
Kotoran Kelelawar (Guano) memiliki kadar Nitrogen yang besar, serta mengandung kadar unsur Phosphate (bahan utama penyusun pupuk di samping Nitrogen dan Potassium) tertinggi dan kadar Kalium yang besar sekali.

     Untuk Pupuk Guano ini sendiri ada beberapa jenis yaitu Pupuk Cair dan Pupuk Padat.
Pupuk Guano Cair dibuat dengan menambahkan air dan fermentasi, sedangkan pupuk padatnya biasanya ada yang sudah jadi yang diperoleh di gua-gua Kelelawar dan ada juga yang buatan.
Berikut ini adalah cara pembuatannya :

1. PUPUK GUANO CAIR
Yang sering kita temukan adalah pupuk dari beberapa jenis yang memang sering kita dapat disekitar kita.
Anda harus siapkan Pupuk Guano yang sudah jadi untuk dijadikan Pupuk Guano Cair.
Berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat Pupuk Guano cair.

1. Masukkan 3 sendok teh kotoran kelelawar ke dalam botol atau alat semprotan.

2. Masukkan air sebanyak sekitar 1 gallon atau 5 liter ditambah 1 tutup Bioboost.

3. Pupuk Guano Cair sudah siap digunakan.

Untuk pengaplikasian pupuk bisa disemprotkan pada mulut daun (stomata).

2. PUPUK GUANO PADAT
Pupuk Guano Padat anda bisa mengambil di Gua Kelelawar, biasanya pupuk yang sudah jadi ini berwarna hitam atau hitam kecoklatan.
Jika anda ingin membuatnya atau tidak ingin mengambilnya langsung di Gua maka yang anda harus siapkan;

Bahan :
1. Kotoran Kelelawar 25 Kg.
2. Bioboost
3. Air
4. Terpal

Cara Pembuatan :
1. Bioboost dilarutkan ke dengan air dengan perbandingan 1 tutup botol Bioboost dilarutkan 1 liter air.
2. Siramkan larutan Bioboost ke dalam kotoran.
3. Aduk rata dengan kotoran Kelelawar.
4. Tutup dengan terpal.
5. Diamkan selama 5-7 hari.

Aplikasi/Penggunaan :
Gunakan Pupuk Guano yang sudah jadi dan berikan pada tanaman sebagai Pupuk Kompos.


Semoga bermanfaat..