Tuesday, 13 December 2016

CARA MEMBERANTAS KEPITING HAMA PERUSAK TANGGUL/PEMATANG


     Kepiting Sawah atau Yuyu merupakan salah satu hama perusak tanggul atau pematang kolam.
Serangan binatang ini sangat berbahaya bagi para petani sawah, pembudidaya ikan, atau petambak, karena dapat menyebabkan kerusakan pematang yang sangat parah.
Jika pematang atau tanggul sudah rusak atau bocor karena serangan binatang ini maka kegiatan usaha petani jadi terganggu bahkan bisa menimbulkan kerugian.
 
     Contohnya jika dalam pematang tambak udang banyak terdapat binatang ini maka tambak menjadi bocor dan udang yang dipelihara akan keluar dari tambak melalui pematang yang bocor tersebut.
Akibatnya usaha petani/petambak menjadi rugi.
Demikian juga pada kolam ikan, atau pada sawah sekalipun.
Tanggul yang bocor akibat serangan kepiting akan menjadi penyebab keluarnya air dan ikan yang dipelihara, akhirnya sawah dan kolam menjadi kekurangan air dan ikan pun akan mudah keluar dari lubang-lubang kepiting tersebut.
 
     Sampai saat ini masih banyak petani yang kesulitan dalam mengatasinya.
Tapi para pembaca jangan khawatir, sejauh ini sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengatasi hama kepiting tersebut.
Salah satu yang sudah saya baca mungkin bisa menjadi solusinya.
Dibawah ini adalah cara mengatasi kepiting hama perusak pematang dengan Insektisida Organik.
 
Bahan - Bahan Alami yang dapat digunakan :

1. Kulit Jengkol 
2. Umbi Gadung 
3. Akar Tuba
4. Daun Pepaya 
5. Daun Sengon
6. Umbi Temu Ireng 
7. Daun Mindri

Langkah-Langkah Pembuatan : 

1. Semua bahan-bahan diatas masing-masing berjumlah 1-2 kg kemudian ditumbuk satu per satu dan
    kemudian dicampur. 

2. Setelah ditumbuk hingga agak halus, kemudian dicampur dengan air bersih kira-kira 5 liter.

3. Campuran diatas kemudian diperam dalam wadah tertutup kira-kira 2-3 hari sehingga proses 
    fermentasi berlangsung sempurna. 

4. Setelah 2-3 hari, jadilah biang obat.
    Kemudian peras dan saring. Biang obat sudah jadi.

5. Untuk aplikasi : campurkan 1 liter biang obat kedalam 4-5 liter air bersih, kemudian semprotkan ke 
    atas pematang secara merata terutama pada lubang-lubang kepiting.

Pestisida organik ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Semoga Bermanfaat..

Monday, 12 December 2016

PENYAKIT MOLER / MULET / INUL PADA TANAMAN BAWANG MERAH




Penyakit Moler ini mempunyai sebutan bermacam–macam, disetiap daerah mempunyai julukan yang berbeda-beda misalnya didaerah Nganjuk disebut Mulet atau Moler, didaerah lain disebut inul, ceker ayam, penyakit ini mula-mula ditandai dengan adanya warna putih pada pangkal batang/bakal umbi tanaman bawang merah dan kemudian daunnya menjulang tak wajar dan mulai melintir, selanjutnya daunnya rebah dan orak arik tak beraturan .

Penyakit Moler/Mulet ini disebabkan oleh Cendawan Fusarium oxysporum, serangan paling parah terjadi saat puncak musim hujan dan terutama pada daun tanaman bawang merah yang terlalu subur.

Berikut ini penyebab tanaman bisa terserang penyakit Moler/Mulet .

1. Benih/bibit bawang merah yang kurang sehat
Benih bawang yang sudah terinfeksi penyakit Muler/Molet atau benih/bibit bawang merah yang  kurang sehat dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit Moler/Mulet, untuk itu harus di perhatikan cara pemilihan bibit bawang merah, bibit bawang merah harus sehat, tidak cacat, padat.

2. Memilih Bibit Bawang Merah Kurang Tepat.
Memilih varietas bibit bawang merah harus tepat, misalnya jenis Bauji harus di tanam saat musim hujan dan jenis Thailand harus ditanam pada musim kemarau. 

“Tetapi ada perbedaan sedikit antara tanah lempung dan tanah pasir yang akan ditanami bawang merah, untuk tanah pasir, benih jenis Thailand masih toleran/bisa ditanam pada saat awal musim hujan, yaitu tanam pada bulan Oktober, Nopember dan awal desember, sedangkan setelah bulan itu, tanaman rawan terserang Moler/Mulet.
Untuk jenis tanah lempung tidak bisa ditanam benih bawang merah jenis Thailand, walaupun pada awal musim hujan karena tanah lempung menyimpan air dan tidak cepat kering.“

3. Tanaman bawang merah terlalu subur dan rapat.
Daun yang subur dan jarak tanaman yang rapat akan mudah terserang cendawan  fusarium oxyporum, terutama pada puncak musim hujan, karena daun sudah terlalu banyak unsur N (Nitrogen) dan ditambah lagi dengan air hujan yang kaya unsur N, maka pertumbuhan daun akan over dan tidak ditunjang dengan penguatan batang tanaman sehingga cendawan fusarium oxyprorum masuk menyerang.

Cara Pencegahannya : 
Untuk mencegah agar daun bawang merah tidak terlalu vigor dan rapat maka pemupukan tanaman bawang merah pada musim hujan harus dikurangi unsur N (Nitrogen) dan ditambahkan Phospat dan Kalium.

Sedangkan apabila daun bawang merah sudah terlanjur vigor, maka penyemprotannya harus ditambahkan fungisida berbahan aktif Difenokonazol dan Azoksistrobin merk dagangnya Amistartop 325 sc.

Untuk dosisnya  :
8 ml atau 1 sendok makan per 17 liter air untuk awal musim hujan, dan  20–25 ml atau 2-3 sendok makan  per 17 liter air pada puncak musim hujan.

Selain itu jangan gunakan dulu fungisida berbahan aktif Propinep  (Antracol 70 wp, Agrocol wp, Aurora 70 dll) karena daun bisa terlalu vigor gantikan dengan fungisida berbahan aktif mancozeb (dithane, manzete, indothane dll).

Semoga bermanfaat...

Saturday, 10 December 2016

KELOMPOK TANI (GAPOKTAN)


 A. Kelembagaan Petani (kelompok tani)  mempunyai fungsi sebagai :
  • Wadah proses pembelajaran
  • Wahana kerja sama
  • Unit penyedia sarana dan prasarana produksi
  • Unit produksi
  • Unit pengolahan dan pemasaran
  • Unit jasa penunjang


1. Kelas Belajar
Wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan (PSK) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera.

2. Wahana Kerjasama
Untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain.
Sehingga usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan,

3. Unit Produksi
Usahatani yang dilaksanakan secara keseluruhan harus dipandang  sebagai  satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.

Kelembagaan dapat berbentuk kelompok, gabungan kelompok, asosiasi, atau korporasi.
Kelembagaan difasilitasi dan diberdayakan oleh Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan para anggotanya.

Peraturan Menteri Pertanian, Nomor : 273/Kpts/ OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani.
Kelompoktani adalah kumpulan petani/ peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.

Menurut Mardikanto (1993)
Pengertian kelompoktani adalah sekumpulan orang-orang tani atau petani yang terdiri dari petani dewasa (pria/wanita) maupun petani-taruna yang terikat secara informal dalam suatu wilayah kelompok atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan dipimpin oleh seorang kontaktani.

Sedangkan menurut Departemen Pertanian (2007)
Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan anggota/petani dalam mengembangkan usahanya 

B. Kelembagaan Petani dan Pelaku Usaha Pertanian Lainnya merupakan :

1. Kelembagaan petani dan pelaku usaha pertanian lainnya adalah organisasi yang anggotanya petani dan pelaku usaha pertanian lainnya dan dibentuk oleh mereka, baik formal maupun non formal.

2. Kelembagaan petani yang formal berupa koperasi petani dan atau bentuk organisasi badan hukum lainnya.

3. Kelembagaan petani yang non formal dapat berbentuk kelompoktani, gabungan kelompoktani, dan asosiasi petani.

4. Kelembagaan petani tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan para anggotanya. 

Gabungan kelompoktani terdiri dari kelompoktani-kelompoktani yang ada dalam satu wilayah administrasi desa atau berada dalam satu wilayah aliran irigasi petak pengairan tersier (Departemen Pertanian, 1980).

Sedangkan Departemen Pertanian (2007) mengemukakan bahwa Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) adalah kumpulan beberapa kelompoktani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha.


C. Ciri Kelompok Tani

Beberapa hal yang menjadi ciri kelompoktani adalah :

Saling mengenal, akrab dan  saling percaya diantara sesama anggota,

Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani,

Memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi  maupun sosial, bahasa, pendidikan  dan ekologi.

Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama  anggota berdasarkan kesepakatan bersama.

D. Unsur Pengikat Kelompoktani

Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya.

Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya.

Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya.

Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekurang kurangnya sebagian besar anggotanya,

Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan.


E. Gabungan Kelompoktani

Gabungan beberapa kelompoktani yang berada dalam satu wilayah administrasi pemerintahan untuk menggalang kepentingan bersama secara kooperatif (Peraturan Menteri Pertanian , nomor :   273/Kpts/ OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, tentang Pembinaan Kelembagaan Petani)

Wilayah kerja GAPOKTAN sedapat mungkin di wilayah administratif desa/kecamatan, tetapi sebaiknya tidak melewati batas wilayah kabupaten/kota.

Fungsi Gapoktan

Unit Usaha Jasa produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga).

Unit Usaha Jasa Penyediaan saprotan (pupuk bersubsidi, benih bersertifikat, pestisida dan lainnya)  serta  menyalurkan kepada para  petani melalui kelompoknya.

Unit Usaha Jasa Penyediaan Modal Usaha   dan menyalurkan  secara  kredit/pinjaman kepada para petani yang memerlukan.

Unit Usaha Jasa Proses Pengolahan Produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan dan lainnya) yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Unit Usaha Jasa Menyelenggarakan Perdagangan, memasarkan/menjual produk petani kepada pedagang/industri hilir.

Proses Penumbuhan Gapoktan antara lain sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi kelompok-kelompok tani yang mempunyai jenis usaha  hampir sama pada wilayah tertentu (sentra/kawasan pertanian).

2. Setiap kelompok mengadakan koordinasi untuk bekerjasama antar kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

3. Melaksanakan pertemuan/musyawarah antar pengurus kelompok (yang mewakili kelompok) untuk membuat kesepakatan-kesepakatan usaha dengan skala yang lebih besar dalam upaya memperkuat posisi tawar (bergaining position).

4. Membuat aturan-aturan  yang pengikat (sebaiknya secara tertulis) terhadap kesepakatan dari musyawarah antar kelompok tersebut serta sanksi-sanksinya apabila terjadi pelanggaran kesepakataan.

5. Menentukan pengurus dari Gapoktan tersebut untuk melaksanakan kegiatan usaha bersama sesuai dengan kebutuhan Gapoktan tersebut.
Penentuan pengurus Gapoktan harus dapat mewakili kepentingan  dari semua kelompok yang bergabung.

6. Membuat Berita Acara yang diketahui oleh Instansi Pemerintah terkait.

7. Adanya Rencana Usaha bersama (RUB)

8. Dengan mempelajari kelembagaan panen kita bisa belajar bagaimana menangkap makna suatu gejala (kemampuan konatif), dan tak hanya kognitif saja (mengenali suatu gejala). Melalui kemampuan imajinasi sosiologis, kita dapat memberi makna dari gejala di tingkat mikro menjadi makro

9. Contohnya adalah penelitian Clifford Geertz tentang panen untuk menerangkan struktur sosial masyarakat Jawa pada era Tanam Paksa.
Menurutnya, panen yang menggunakan sistem dengan upah tetap (bawon) merupakan gejala involusi pertanian (welfare institution dan poversty sharing) dan perubahan menjadi sistem tebasan merupakan gejala melemahnya involusi tersebut.

Dengan bergabungnya kelompok tani tersebut dalam suatu wadah kelembagaan tani dalam bentuk Gapoktan, keberadaan petani akan lebih berdaya, yaitu sebagai berikut :

1. Jumlah anggota produksi yang dihasilkan dapat terkumpul lebih banyak, karena setiap anggota/kelompok mengumpulkannya untuk kepentingan bersama.

2. Kontinuitas hasil akan lebih mudah diatur, karena Gapoktan dapat memusyawarahkan rencana usaha kegiatannya bersama kelompok, sehingga jadwal tanam dan tata laksana kegiatannya dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan anggota dan kebutuhan pasar.

3. Petani menjadi subyek, karena Gapoktan diharapkan dapat bernegosiasi dengan pihak mitra usaha sesuai dengan kebutuhan anggotanya.

4. Petani mempunyai posisi yang lebih kuat dalam posisi tawar, karena dapat memilih alternatif yang menguntungkan serta dapat mangakses pasar yang lebih baik.

5. Dapat menjalin kerjasama usaha yang saling menguntungkan dengan koperasi, baik sebagai anggota maupun sebagai mitra usaha.

F. Pengelompokkan atas Sistem Agribisnis

Pengelompok petani dapat didasarkan pada aktivitas yang terkait dengan dunia pertanian menjadi lima kelompok kelembagaan.

1. Kelembagaan pengadaan sarana input produksi.
Dalam kelompok ini misalnya termasuk kelembagaan kredit atau kelembagaan permodalan usahatani, kelembagaan pupuk yang mencakup mulai dari pengadaan sampai distribusinya, kelembagaan benih yang juga begitu  kompleksnya yang salah satu bagiannya kita kenal dengan struktur JABAL (Jaringan Benih Antar Lapang), serta kelembagaan penyediaan dan distribusi pestisida.
Tiap kelembagaan memiliki aspek kelembagaan tersendiri dengan menerapkan aturan-aturan kerja yang datang dari norma-norma tertentu, penentuan hak dan kewajiban antar bagian, serta struktur organisasi yang menentukan bagaimana keterkaitan antar bagian tersebut.

2. Kelembagaan dalam aktivitas budidaya, mencakup kelembagaan tenaga kerja, kelembagaan irigasi mulai dari bentuk yang tradisional sampai kelembagaan bentukan pemerintah (Perkumpulan Petani Pemakai Air = P3A), kelembagaan lahan (land tenure) dalam hal tata hubungan antara pemilik dan petani penggarap, serta kelembagaan panen.
Dalam kelembagaan panen dapat dilihat tata hubungan kerja antara dan kesepakatan antara pemilik tanah, petani bawon, petani yang melakukan kedokan, penderep, pembeli gabah atau pedagang pengumpul gabah, rombongan buruh panen yang diupah oleh pedagang yang membeli secara borongan, pemilik alat panen (tresher), dan lain-lain

3. Kelembagaan terkait dengan aktivitas pengolahan hasil produksi.
Dalam tahapan ini misalnya termasuk pengorganisasian sebuah penggilingan padi (huller), pemrosesan pisang menjadi produk keripik pisang, dan pembuatan sirop markissa mulai dari aktivitas pembelian bahan baku sampai siap dipasarkan.
Seluruh orang yang terlibat di dalamnya bisa diidentifikasi, mereka diikat oleh kepentingan yang sama, dan tunduk kepada kesepakatan-kesepatakan yang diakui secara bersama.
Kelompok ini juga memiliki struktur karena ada perbedaan peran dan tingkat kekuasaan, serta jaring kekuasaan tersebut.

4. Kelembagaan Pemasaran .
Hal ini merupakan kelembagaan yang cukup kompleks.
Dalam pengertian Purcell, analisis kelembagaan pada tataniaga  pertanian merupakan proses penyampaian suatu barang dari produsen ke konsumen, dimana efisiensi merupakan indikator kelembagaan yang penting. 
"The institution are important. They are the base of the behavioral decision process and are the center of change. It will be the interaction of the institution along the marketing continuum frim producer to consumer that determines the degree of coordination and total system efficiency achieved toward increased efficiency in marketing. The focus of the attention is extended to include the interstage actionsand interactions" 
Dalam pengertian ini sudah tercakup aspek kelembagaan (perilaku, proses pengambilan keputusan, dan interaksi) dan keorganisasiannya hubungan antar bagian (interstage action and interaction).  
Hubungan sosial dalam dunia perdagangan sangatlah berbeda, dimana hubungan bersifat tersekat-sekat (dispersal).
Umumnya seorang pedagang hanya mengenal pelaku setingkat di bawahnya dan setingkat pula di atasnya.
Pedagang hasil pertanian misalnya, tidak mengenal seluruh pedagang dalam seluruh titik saluran mulai dari pedagang pengumpul di desa sampai dengan pedagang pengecer di wilayah tujuan.
Seorang pedagang besar sayuran di Pasar Induk Jakarta misalnya tidak pernah bertemu dengan konsumen langsung, karena hanya pedagang sayur kelilinglah yang langsung bertemu muka dengan pembeli akhirnya.

5. Kelembagaan Pendukung.
Dalam kelompok ini termasuk kelembagaan koperasi yang sedemikian pentingnya bahkan diurus oleh satu departemen, demikian pula dengan kelembagaan penyuluhan pertanian serta kelembagaan penelitian mulai dari penciptaan sampai dengan delivery sistemnya yang membutuhkan suatu organisasi khusus.
Apa yang terjadi pada kelembagaan penyuluhan adalah tidak terjadinya kesesuaian antara konsep-konsep ideal yang harus dijalankan dengan struktur yang dimilikinya.
Atau, tidak ada kecocokan antara aspek kelembagannya dengan aspek keorganisasiannya.
Untuk menampilkan sosok seorang "guru di pesantren",  "pendeta", atau pun "penasehat" tak sesuai dengan strukturnya yang faktanya berada di bawah pemerintah, dimana ia harus bekerja dengan "memerintah".
Ini karena posisinya yang merupakan subordinasi dari organisasi pemerintah.

Permasalahan ini telah berdampak kepada tidak optimalnya pelaksanaan peran penyuluhan.


Semoga bermanfaat...

Thursday, 8 December 2016

SORGUM & DIET

Sorgum : Kandungan Tinggi, Kaya Manfaat, Dukung Gluten Free Diet

Sorgum merupakan salah satu komoditas yang menarik untuk diselami lebih dalam.
Memiliki karakter tanaman yang kuat, tahan kering, beresiko kegagalan produksi rendah dan input pertanian yang rendah.

Sorgum batang manis (Sorghum bicolor L) mudah ditemukan di Indonesia.
Di Bali, sorgum ini dikenal dengan nama Jagung gimbal.
Masyarakat Bali sudah mengolah biji sorgum menjadi tepung sorgum untuk dijadikan jajanan khas Bali.
Salah satu lokasi percontohan budidaya sorgum yang dipelopori oleh BPTP Bali ada di Desa Tiga, Bangli.

Selain biji sorgum, semua bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan.
Bahkan sorgum juga bisa ditanam sebagai tanaman sela, tidak harus monokultur.

Tepung biji sorgum mempunyai kandungan tak kalah dengan tepung serealia lain seperti jagung, gandum, dan barley.
Biji sorgum mengandung tiga jenis karbohidrat yaitu : pati, gula terlarut, dan serat.
Kandungan gula terlarut pada sorgum terdiri dari sukrosa, glukosa, fruktosa dan maltosa. 

Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5-7,9% dan 1,1-1,23%.
Kandungan protein pun seimbang dengan jagung sebesar 10,11% sedangkan jagung 11,02%.

Begitu pula dengan kandungan patinya sebesar 80,42% sedangkan kandungan pada jagung 79,95%.
Hanya saja, yang membuat tepung sorgum sedikit peminat adalah karena tidak adanya gluten seperti pada tepung terigu.
Masyarakat kita sudah tenggelam dalam nikmatnya elasitisitas terigu, karena tingginya gluten, dan inilah yang membuat adonan mie, dan roti menjadi elastis.

Terlalu banyak makan dari bahan pangan bergluten tidaklah terlalu baik untuk kesehatan, karena dapat menyebabkan celiac desease.
Ini merupakan salah satu titik tolak bahwa alternatif tepung yang sehat dapat dikonsumsi adalah tepung sorgum.

Sorgum, dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena gluten free serta memiliki angka glikemik index yang rendah sehingga turut mendukung tren gerakan konsumen gluten free diet seperti di negara-negara maju.

BPTP Bali telah melakukan beberapa pengkajian diantaranya adalah dengan mengolahnya menjadi kue kering dan mie kering.


Tak hanya gluten free, beberapa senyawa fenolik sorgum diketahui memiliki aktivitas anti oksidan, anti tumor dan dapat menghambat perkembangan virus sehingga bermanfaat bagi penderita penyakit kanker, jantung dan HIV-1.


Semoga bermanfaat...

Monday, 5 December 2016

AGAR TANAMAN CEPAT BERBUAH LEBAT


Teknik/cara agar tanaman cepat berbuah. Apakah anda mempunyai tanaman buah di pekarangan rumah/di kebun yang tumbuh subur, sehat, daunnya rimbun, cabangnya banyak, pokoknya indah dipandang, tetapi anehnya tidak juga berbuah..?
Maka, artikel di bawah ini mungkin bisa menjadi solusinya.

Tetapi, sebelum anda belajar teknik membuat tanaman cepat berbuah lebat, terlebih dahulu harus anda pelajari faktor-faktor yang menyebabkan tanaman tidak kunjung berbuah/tidak bisa berbuah dengan lebat.

A. Penyebab Tanaman Gagal Berbuah Lebat

1. Umur Tanaman Yang Masih Muda
Tiap tanaman mempunyai waktu yang berbeda untuk dapat berbuah.
Ada yang dalam beberapa bulan bisa langsung berbuah, seperti tomat, mentimun, semangka dan pepaya.
Ada yang membutuhkan waktu sedang antara 6 s.d. 12 bulan, diantaranya adalah buah naga, jambu biji, jeruk nipis, dan belimbing.
Ada juga yang tergolong buah yang lama berbuah seperti srikaya, nangka mini, kelengkeng, delima, jambu air, sawo, mangga dan anggur.
Tanaman di atas umumnya baru akan berbuah setelah berumur setahun lebih.

2. Terlalu Banyak Pupuk
Semua pasti suka jika melihat tanamannya tumbuh subur, berdaun lebat dan mempunyai banyak cabang.
Akan tetapi apalah artinya jika ternyata tanaman tersebut gagal berbuah.
Pemupukan yang berlebihan, terutama yang banyak unsur N nya mungkin akan membuat tanaman menjadi nampak rimbun, hijau dan sehat.
Akan tetapi justru hal tersebut menyebabkan tajuk tanaman menjadi kekurangan cahaya matahari untuk memasak makanannya.

3. Tanaman Mandul
Kebanyakan tanaman hanya akan dapat menghasilkan buah jika bunga yang tumbuh dibuahi oleh bunga jantan yang ada di dekatnya.
Beberapa tanaman seperti salak dan kelapa misalnya, biasanya harus ditanam secara berkelompok dikarenakan sering bunga jantannya gugur terlebih dahulu sebelum sempat membuahi bunga betina.

4. Bunga Yang Gagal Menjadi Buah
Terkadang kita mendapati tanaman buah telah berbunga lebat dan nampak menjanjikan.
Tetapi seiring waktu bunga itu gugur satu persatu dan urung menjadi buah.
Biasanya hal ini dikarenakan oleh kekurangan air, serangga dan hama penyakit, cuaca yang ekstrim, dan penyemprotan yang tidak pas.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan tanaman anda gagal berbuah.
Selanjutnya kita akan bahas cara agar tanaman cepat berbuah.
Mari kita bahas satu per satu.

B. Cara Agar Tanaman Cepat Berbuah

1. Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan tanaman ini bertujuan agar tanaman cepat berbuah. Sasaran pemangkasan adalah pada:

  • Ranting-ranting yang tidak produktif
  • Cabang-cabang tanaman yang rusak
  • Tajuk tanaman yang mengarah ke dalam
  • Pucuk-pucuk cabang/pohon. 
Beberapa tanaman buah yang sering diberi perlakuan ini adalah : anggur, jeruk, apel, mangga, nangka, dan sirsak.

Yang perlu diperhatikan juga adalah teknik pemangkasan dan perlakuan setelah pemangkasan.
Usahakan pemangkasan menggunakan alat yang sesuai.
Untuk ranting kecil bisa menggunakan gunting tanaman, sedangkan cabang yang sudah besar gunakan gergaji.
Arah pemotongan usahakan miring mengarah ke dalam agar bekas pemotongan tidak terkena air hujan yang bisa menyebabkan pembusukan.
Berikan juga cat, tir, atau parafin pada bekas luka pemotongan agar terhindar dari serangan infeksi hama penyakit.


2. Mengikat Batang Tanaman
Beberapa petani di desa jaman dahulu seringkali melakukan teknik ini, yaitu mengikat batang/cabang primer tanaman menggunakan kawat/tambang.
Dengan mengikat/melilit batang tanaman ini maka pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesa ke bagian akar akan terhambat sehingga menumpuk di cabang-cabang dan daun sehingga merangsang tanaman untuk berbunga lalu berbuah.

3. Perlukaan Batang Tanaman
Teknik yang ketiga ini, melukai batang tanaman fungsinya hampir sama pada teknik pengikatan batang, yaitu menghambat penyaluran zat-zat makanan hasil fotosintesa daun ke bagian bawah/akar sehingga terjadi penumpukan makanan di bagian atas/dahan.
Pada akhirnya tanaman akan terangsang untuk berbunga.
Yang perlu diperhatikan dalam teknik melukai batang tanaman ini adalah jangan sampai kebablasan sehingga malah menyebabkan tanaman menjadi mati.

Teknik melukai batang tanaman :
Goreslah kulit batang pohon menggunakan pisau tajam dengan ukuran 10-20an cm mengelilingi batang pohon, kerok sampai kambiumnya hilang (secara ringkas hampir mirip dengan teknik mencangkok).
Kemudian oleskan ter/parafin untuk mencegah infeksi penyakit/hama tanaman.

Jenis tanaman buah yang sering diperlakukan seperti ini adalah mangga, nangka, dan kelengkeng.
Biasanya pohon buah seperti kelengkeng akan berbuah 4-5 bulan setelah mendapat perlakuan ini.

4. Perempelan Tunas Tanaman
Kadang ada rasa sayang melihat tunas tanaman yang baru tumbuh pada batang pokok tanaman.
Tetapi justru teknik perempelan tunas ini harus dilakukan agar tanaman cepat berbuah.
Terutama untuk tunas-tunas liar pada batang pokok bawah tanaman.

5. Pemupukan Tanaman
Biasanya untuk membuat tanaman cepat berbuah, cara yang biasa ditempuh oleh petani adalah dengan penyemprotan menggunakan pupuk daun.
Penyemprotan dikenakan langsung pada daun yang nantinya akan diserap melalui stomata pada permukaan daun.

6. Pemberian Hormon
Hormon disini beda dengan pupuk tanaman. Fungsiny adalah untuk memacu tanaman agar segera berbuah. Biasanya teknik yang diterapkan dengan cara menyuntikkan pada batang tanaman, disemprotkan, atau dibasahkan pada bagian akar tanaman.
Teknik ini disebut juga teknik booster.
Saya pribadi kurang suka dengan teknik ini karena kesannya pemaksaan dan pemerk*saan pada tanaman.

7. Stres Air
Teknik stres air ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Karena alih-alih tanaman cepat berbuah, malah tanaman menjadi layu dan mati.
Stres air dalam hal ini bukan berarti tidak disirami sama sekali tetapi hanya ditahan selama 2-3 hari tanpa air.
Fungsinya agar daun tidak terlalu tumbuh lebat yang akhirnya akan merangsang tanaman untuk berbunga.
Pastikan sebelum menerapkan teknik ini tanaman benar-benar sehat.


Itulah beberapa Cara Agar Tanaman Cepat Berbuah Lebat.


Semoga bermanfaat...

S O P PADI ORGANIK


Pengolahan Tanah

Sebagai persiapan, taburkan pupuk kandang fermentasi dengan aplikasi Bioboost secara merata dipermukaan lahan sebanyak 2 Ton/Ha.
Selanjutnya setelah Pembajakan Tanah disemprot larutan Asam Humat 6 L/Ha

Pada saat menggaru dan meratakan tanah, usahakan agar air tidak mengalir di dalam sawah supaya unsur hara yang ada di tanah tidak hanyut.

Setelah tanah diratakan, buatlah parit di bagian pinggir dan tengah tiap petakan sawah untuk memudahkan pengaturan air.

Menyiapkan Benih Yang Bermutu

Kebutuhan benih untuk tanaman padi adalah 5-7 Kg/Ha, benih harus diperam atau direndam dengan larutan Bioboost 1 tutup + 1 L air terlebih dahulu selama satu hari satu malam, tidak boleh lebih.

Membuat Persemaian

Persemaian  dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Persemaian Basah
  • Persemaian Kering

Persemaian Basah
Adalah persemaian yang langsung dilakukan dilahan pertanian, seperti pada sistem konvensional.

Persemaian Kering
Adalah persemaian yang dilakukan dengan menggunakan wadah berupa kotak/besek/wonca/pipiti.
Untuk lahan satu Hektar dibutuhkan wadah persemaian ukuran 20 cm x 20 cm, sebanyak 80-100 buah.

Tahapan membuat persemaian adalah sebagai berikut :

1. Siapkan media persemaian dengan cara mencampur tanah dengan pupuk kompos/ pupuk kandang
    fermentasi/bokhasi dengan perbandingan 1:1.

2. Sebelum wadah diisi dengan media, lapisi dulu bagian dalamnya dengan daun pisang yang sudah
    dilemaskan dengan cara dijemur atau dipanaskan di atas api.

3. Masukkan media ke dalam wadah hingga 3/4 penuh.
    Siram media persemaian tersebut dengan air supaya lembab.

4. Tebarkan benih ke dalam wadah.
    Jumlah benih per wadah antara 300-350 biji.

5. Taburkan arang sekam di atas benih sampai rata melapisi/menutupi benih.

6. Simpan wadah-wadah tersebut di tempat yang teduh.
    Pada hari pertama dan hari kedua, sebaiknya wadah-wadah tersebut ditutupi supaya tidak
    kepanasan.

7. Jika disimpan di pekarangan, jangan lupa untuk meletakkan wadah-wadah ini ditempat yang aman
    dari gangguan ternak seperti ayam.

8. Penyiraman bisa dilakukan setiap hari agar media tetap lembab dan bibit tanaman tetap segar.

9. Lakukan penyemprotan Bioboost dengan dosis 1 tutup + 1 L air pada saat benih mulai tumbuh, dan
    ulangi 5 hari berikutnya.

Penanaman

Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 12-15 hari persemaian.
Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (kondisi tanah basah, tapi tidak tergenang).

Pemupukan Setelah Tanam

Dilanjutkan dengan penyemprotan Pestisida Hayati secara rutin sampai Padi menjelang panen.
Kebutuhan Bioboost sekitar 6-8 L/Ha.
Pada kondisi pertumbuhan yang tidak maksimal atau lahan tadah hujan.
Lihat pertumbuhan tanaman sampai 21 HST.
Jika kurang maksimal tambahkan pupuk sintetis atau dengan Metode pemupukan :

3-5 SMT
Bioboost 2 L

15 HST
NPK Compaction minimal 10 Kg

18 HST
Bioboost 2 L

35-45 HST (disarankan 40 HST)
NPK Booster minimal 10 Kg

38-48 HST (disarankan 43 HST)
Bioboost 2 L


Pengelolaan Air Dan Penyiangan

Proses pengelolaan air dan penyiangan dilakukan, sebagai berikut :

1. Ketika Padi mencapai umur 1-8 HST, pertahankan keadaan air di lahan tetap “macak-macak”.

2. Setelah Padi mencapai umur 9-10 HST, genangkan air dengan ketinggian 2-3 cm selama 1 malam.
    Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses penyiangan tahap pertama.

3. Setelah disiangi, keringkan sawah sampai padi mencapai umur 18 HST.

4. Pada umur 19-20 HST, sawah kembali digenangi untuk memudahkan penyiangan tahap kedua.

5. Selanjutnya, setelah Padi berbunga, sawah di airi kembali setinggi 1-2 cm.
    Pertahankan  kondisi ini sampai padi “masak susu” (±15-20 hari sebelum panen).

6. Kemudian keringkan kembali sawah sampai saat panen tiba.

7. Usia panen tergantung pada varietas padi yang ditanam.
    Untuk varietas hibrida panen bisa dilakukan pada usia 72 hari.
    Sedangkan untuk varietas lokal sekitar 92 hari.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Pengendalian hama dilakukan dengan sistem PHT.
Dengan sistem ini, petani diajak untuk mengelola unsur-unsur dalam agroekosistem, seperti :

  • Matahari
  • Tanaman
  • Mikroorganisme
  • Air
  • Oksigen
  • Musuh Alami

Sebagai alat pengendali hama dan penyakit tanaman.

Lakukan penyemprotan Pestisida Hayati AIP21 dengan dosis sesuai anjuran yang tertera secara berkala, atau dilakukan bersamaan pada saat penyemprotan pupuk untuk pencegahan serangan hama serangga.

Untuk penanggulangan penyakit bisa disemprotkan Bioboost seminggu sekali.

Untuk pengendalian gulma, gunakan tenaga manusia tanpa memakai herbisida apapun.
Gunakan alat bantu yang disebut “Susruk”/ “Landakan”, yaitu alat semacam garu yang berfungsi sebagai alat pencabut gulma.

Dengan menggunakan alat ini, gulma yang sudah tercabut sekaligus akan dibenamkan kembali ke dalam tanah,sehingga akan menambah bahan organik tanah.


Semoga bermanfaat...

CIRI-CIRI PUPUK ORGANIK BERMUTU TINGGI


Bagaimanakah ciri-ciri pupuk organik mempunyai mutu yang tinggi..?

Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit dan tanaman lainnya, kita memerlukan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman.

Pupuk organik adalah zat hara tanaman yang berasal dari bahan organik.
Sumber bahan organik tersebut bisa berupa kompos, pupuk kandang, sisa panen, dan limbah.
Wujud pupuk ini bisa berbentuk padat atau cair.

Pupuk organik merupakan pupuk utama yang digunakan dalam sistem pertanian secara organik.
Pupuk ini dinilai memilik kelebihan di antaranya meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kondisi tanah, harganya relatif lebih murah, mengandung unsur mikro yang lengkap, mendukung kehidupan mikroorganisme, membantu pembentukan partikel ion, menjaga kelembaban tanah, dan meningkatkan kandungan nutrisi pada tanaman.

Proses pembuatan pupuk organik terbilang mudah.
Namun apabila Anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengolahnya sendiri, tidak ada salahnya membelinya di toko pertanian.

Di bawah ini beberapa ciri-ciri yang menandakan bagus tidaknya kualitas suatu pupuk organik.

Baunya Tidak Menyengat

Pupuk organik yang sudah matang memiliki aroma yang normal layaknya bau tanah.
Jika pupuk tersebut masih beraroma menyengat seperti busuk atau pusing artinya proses fermentasi pupuk tersebut belum selesai.
Jangan menggunakan pupuk yang masih belum masak, ini karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

Warnanya Kehitam-hitaman

Pupuk organik yang bagus juga mempunyai rupa seperti humus yang biasanya terdapat pada lapisan tanah paling atas (top soil) yakni berwarna kehitam-hitaman.
Apabila warna pupuk masih terlihat kecoklat-coklatan atau kehijau-hijauan, maka pupuk organik tadi belum layak pakai.
Terkadang ada penjual nakal yang menambahkan karbon ke dalam pupuk yang belum masak.
Untuk mengeceknya, Anda bisa merendam sejumput pupuk ini ke dalam air.
Pupuk yang telah bercampur karbon akan mengubah warna air yang sebelumnya jernih menjadi hitam.

Teksturnya Remah

Tahukah Anda, pupuk organik yang berkualitas tinggi selalu memiliki tekstur yang remah.
Remah adalah tekstur yang terletak di antara keras dan lembek. Pada tekstur ini, partikel-partikel yang menyusun pupuk akan mudah terurai sehingga cepat terserap ke dalam tanah.
Tetapi hal ini berbeda dengan pupuk granul karena meskipun gampang terurai, pupuk granul sulit masuk ke dalam tanah.

Suhunya Terasa Dingin

Tingkat kematangan suatu pupuk organik bisa dilihat dari suhunya.
Rata-rata pupuk yang telah matang memiliki suhu yang rendah dan cukup stabil, meskipun pupuk sudah disimpan dalam waktu yang lama.
Selain menggunakan termometer, Anda pun dapat mengecek suhu pupuk tadi.
Caranya cukup masukkan tangan Anda ke dalam kantong kemasan pupuk dan rasakan sensasi suhu dingin yang menjalar di telapak tangan.

Uji Coba dalam Plastik

Setelah Anda cukup yakin kalau pupuk organik yang dibeli sudah matang, sebaiknya lakukan pengetesan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke tanaman.
Caranya masukkan sampel pupuk yang telah basah ke dalam kantong plastik, lalu ikat sampai plastik ini tertutup rapat. Biarkan sampel ini selama seminggu di suhu kamar.
Bila pupuk masih berbentuk bagus dan baunya pun masih mirip dengan tanah, ini menandakan kalau pupuk tersebut sudah matang sempurna.

Uji Coba untuk Persemaian

Selain langkah di atas, pengetesan juga bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk ini untuk menyemai benih tanaman yang gampang tumbuh, seperti jagung dan kacang hijau.
Cobalah ambil sampel untuk digunakan sebagai media semai.
Masukkan media tadi ke dalam polybag, kemudian tanamkan beberapa benih jagung ke dalamnya.

Jika jagung mampu tumbuh dengan baik, Anda bisa mengandalkan pupuk organik ini.


Semoga bermanfaat...

JENIS-JENIS TERASERING


Teras Datar (Level Terrace)

Teras datar dibuat pada tanah dengan kemiringan kurang dari 3% dengan tujuan memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah.
Teras datar dibuat dengan jalan menggali tanah menurut garis tinggi dan tanah galiannnya ditimbunkan ke tepi luar, sehingga air dapat tertahan dan terkumpul.
Pematang yang terjadi ditanami dengan rumput.

Teras Kridit (Ridge Terrace)

Teras kridit dibuat pada tanah yang landai dengan kemiringan 3-10%, bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah.
Pembuatan teras kridit di mulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.

Teras Guludan (Cotour Terrace)

Teras guludan dibuat pada tanah yang mempunyai kemiringan 10-50% dan bertujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah

Teras Bangku (Bench Terrace)

Teras bangku dibuat pada lahan dengan kelerengan 10-30% dan bertujuan untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija.

Teras Individu

Teras individu dibuat pada lahan dengan kemiringan lereng antara 30–50% yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebunan di daerah yang curah hujannya terbatas dan penutupan tanahnya cukup baik sehingga memungkinkan pembuatan teras individu.

Teras Kebun

Teras kebun dibuat pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng antara 30–50% yang direncanakan untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan.
Pembuatan teras hanya dilakukan pada jalur tanaman sehingga pada areal tersebut terdapat lahan yang tidak diteras dan biasanya ditutup oleh vegetasi penutup tanah.
Ukuran lebar jalur teras dan jarak antar jalur teras disesuaikan dengan jenis komoditas.
Dalam pembuatan teras kebun, lahan yang terletak di antara dua teras yang berdampingan dibiarkan tidak diolah.

Teras Saluran


Teras saluran atau lebih dikenal dengan rorak atau parit buntu adalah teknik konservasi tanah dan air berupa pembuatan lubang-lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang olah.
                                                                Foto : teras saluran


Teras Batu

Adalah penggunaan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur pada lahan miring.


Semoga bermanfaat...